KIAS Ajak PPIU Naik Kelas Bareng Lewat Skema Umrah Escrow

8 views
Jemaah berebut menyentuh Ka'bah> (foto: istimewa)

ISLAM LIVE — Memiliki jamaah dalam jumlah besar tentu menjadi peluang bagi setiap Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Namun, di balik peluang tersebut, ada tantangan besar yang kerap dihadapi travel: kebutuhan modal untuk menyiapkan tiket, hotel, visa, hingga berbagai layanan keberangkatan.

Tak sedikit PPIU yang harus mengeluarkan modal besar di awal. Risiko pun semakin besar ketika travel melakukan blok kursi penerbangan jauh sebelum jumlah jamaah benar-benar pasti.

Melihat tantangan tersebut, KIAS Travel mengajak PPIU untuk naik kelas bersama melalui skema Umrah Escrow.

Skema ini dirancang untuk membantu mitra mengembangkan bisnis umrah dengan dukungan pembiayaan dan pemasokan kebutuhan perjalanan yang lebih terintegrasi. Dengan begitu, PPIU dapat lebih fokus pada pengembangan pasar, penjualan, dan pelayanan jamaah.

Melalui skema kerja sama yang berlaku, KIAS dapat mendukung pembiayaan berbagai kebutuhan keberangkatan, mulai dari tiket pesawat, hotel di Makkah dan Madinah, visa, hingga handling dan layanan lainnya sesuai paket perjalanan.

Bukan Sekadar Dapat Modal

Umrah Escrow bukan hanya berbicara soal pembiayaan. Skema ini membuka peluang bagi PPIU untuk menjalankan bisnis dengan sistem yang lebih ringan dan terukur.

Baca Juga:  KIAS Travel Hadirkan KIAS MITRA, Solusi Buat Travel Umrah Kecil Bisa Main di Kelas Besar

Salah satu keunggulannya, mitra tidak perlu mengambil risiko melakukan blok kursi secara spekulatif. Kebutuhan perjalanan dapat disesuaikan dengan jumlah jamaah riil yang dimiliki.

Artinya, ketika jumlah jamaah bertambah, PPIU memiliki peluang untuk memperbesar skala keberangkatan tanpa harus lebih dulu terbebani kebutuhan modal yang besar.

KIAS hadir sebagai mitra pemasok yang mendukung kebutuhan perjalanan dari satu pintu, sementara PPIU tetap dapat menjalankan bisnis dan membangun hubungan langsung dengan jamaahnya.

Brand Tetap Milik PPIU

Menariknya, meski mendapatkan dukungan dari KIAS, jamaah tetap berangkat menggunakan nama PPIU masing-masing.

PPIU juga tetap memiliki keleluasaan dalam menentukan harga jual paket dan margin bisnisnya.

Dengan skema tersebut, travel tidak kehilangan identitas maupun pasar yang telah dibangun. Justru, KIAS ingin menjadi mitra pertumbuhan yang mendukung PPIU agar memiliki ruang lebih besar untuk mengembangkan bisnis.

PPIU dapat fokus mencari dan melayani jamaah, memperkuat pemasaran, serta membangun merek. Sementara kebutuhan pemasokan perjalanan seperti tiket, hotel, visa dan layanan lainnya didukung melalui ekosistem kerja sama KIAS.

Baca Juga:  Wamenhaj kepada ASN Baru: Kalau Pernah Korupsi, Ini Momentum Hijrah

Naik Kelas Bareng

Bagi KIAS, pertumbuhan industri umrah tidak harus dinikmati oleh pemain besar saja. PPIU dengan potensi jamaah yang kuat juga memiliki kesempatan untuk tumbuh lebih besar ketika mendapatkan dukungan sistem dan mitra yang tepat.

Melalui Umrah Escrow, KIAS membuka peluang kerja sama bagi PPIU dan asosiasi untuk membangun bisnis dengan pola yang lebih efisien, minim risiko modal, tanpa spekulasi blok kursi, serta tetap memberikan keleluasaan bagi travel dalam menentukan strategi bisnisnya.

Pesannya sederhana: PPIU tidak harus tumbuh sendirian.

Dengan dukungan pembiayaan dan pemasokan yang terintegrasi, KIAS mengajak para mitranya untuk memperbesar langkah, meningkatkan jumlah keberangkatan, dan naik kelas bersama.

Informasi lengkap mengenai program Umrah Escrow KIAS dapat diperoleh melalui halaman Mitra Escrow KIAS. Adapun informasi mengenai persyaratan kerja sama tersedia di halaman syarat Mitra Escrow KIAS.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA