ISLAM LIVE – BNPB memperkuat kesiapsiagaan masyarakat Kabupaten Karangasem, Bali, melalui Program Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (DESTANA). Program ini diarahkan agar masyarakat mampu mengenali risiko dan mengambil tindakan saat bencana terjadi.
Karangasem memiliki risiko gempa bumi, erupsi Gunung Agung, longsor, banjir, angin puting beliung, hingga kekeringan berdasarkan Kajian Risiko Bencana 2025–2029.
Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari meninjau fasilitasi DESTANA di lima desa/kelurahan pada Senin (5/10/2026). Kegiatan Tahap I berlangsung 28 September–10 Oktober 2026 di Desa Bugbug, Pertima, Bungaya, Bungaya Kangin, serta Kelurahan Subagan.
“Kesiapsiagaan dimulai dari unit terkecil, yaitu individu dan keluarga, kemudian lingkungan RT/RW hingga tingkat desa/kelurahan. Masyarakat adalah bagian penting dari sistem penanggulangan bencana. DESTANA bukan sekadar program, tetapi merupakan proses untuk membangun kemampuan masyarakat agar mampu mengenali risiko, mengurangi risiko, dan mengambil tindakan secara cepat dan tepat ketika bencana terjadi,” jelas Abdul Muhari.
Fasilitasi DESTANA mencakup sistem peringatan dini, rencana evakuasi, forum pengurangan risiko bencana, relawan desa, hingga keluarga tangguh bencana.
