ISLAM LIVE – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat daya saing industri kimia, farmasi, dan tekstil (IKFT) untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029. Salah satu fokusnya ialah modernisasi industri tekstil dan produk tekstil (TPT).
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menyebut kondisi mesin TPT yang rata-rata berusia lebih dari 20 tahun menjadi tantangan bagi produktivitas dan persaingan industri.
“Permasalahan mesin-mesin industri tekstil yang sudah tua harus segera ditangani. Tanpa modernisasi, industri kita akan semakin sulit bertahan dan bersaing dengan negara lain, khususnya Tiongkok, yang telah menggunakan teknologi produksi lebih maju,” ujar Menperin jakarta, (07/10/2026)
Pada triwulan II 2026, industri tekstil dan pakaian jadi tumbuh 6,36 persen, sementara industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki tumbuh 11,30 persen. Ekspor IKFT Januari–Juli 2026 mencapai USD34,2 miliar, melampaui impor USD32,75 miliar.
Penguatan industri tekstil dan produk tekstil dilakukan melalui restrukturisasi mesin, Kredit Industri Padat Karya, pembiayaan, dan perlindungan pasar domestik. Kemenperin juga menargetkan tenaga kerja TPT meningkat dari 3,95 juta pada 2026 menjadi 4,07 juta orang pada 2029.
