ISLAM LIVE – Forum Zakat (FOZ) menilai perlindungan, kesejahteraan, dan profesionalisme amil menjadi kunci memperkuat kepercayaan publik serta masa depan pengelolaan zakat nasional. Pesan itu disampaikan dalam Grand Opening HRD OPZ Forum 2026 yang diikuti 58 praktisi SDM dari 49 lembaga anggota FOZ.
“Siapa yang menjaga para penjaga? Siapa yang merawat para perawat?” ujar Wildhan Dewayana, Ketua Umum Forum Zakat (FOZ), dalam pembukaan HRD OPZ Forum 2026 di Jakarta Utara, Selasa (6/10/2026).
Menurut Wildhan, amil bekerja dalam tekanan dan tuntutan tinggi karena berhadapan langsung dengan muzaki, mustahik, serta berbagai pemangku kepentingan. Karena itu, amil tidak seharusnya hanya diposisikan sebagai pelaksana penghimpunan dan penyaluran zakat.
“Amil bukan mesin donasi. Mereka adalah manusia yang perlu dijaga, dihormati, dan dipenuhi hak-haknya,” katanya.
Wildhan mengatakan gerakan zakat merupakan ekosistem besar yang membutuhkan SDM dengan beragam keahlian. Transformasi digital, kecerdasan buatan (AI), perubahan karakter lintas generasi, hingga tuntutan transparansi membuat kompetensi amil harus terus diperbarui. Pengambilan keputusan juga perlu semakin berbasis data agar strategi, program, layanan, dan dampak zakat dapat diukur secara lebih akurat.
“Amil bukan hanya pelaksana program. Amil menjadi titik awal yang menghubungkan banyak hal dalam gerakan zakat,” ujarnya.
Direktur Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Prof. Dr. Waryono Abdul Ghafur menambahkan, profesionalisme amil membutuhkan pembelajaran berkelanjutan, pemetaan kompetensi, perencanaan SDM, sertifikasi profesi, dan integrasi data. Data forum mencatat terdapat 11.454 amil terdaftar pada 2025. Pada tahun yang sama, 59 persen muzaki masih menyalurkan zakat secara langsung kepada mustahik.
Direktur Bina Lavontas Kementerian Ketenagakerjaan Dr. Teguh Jatmiko menilai organisasi perlu menyiapkan future of work, future skill, lifelong learning, serta reskill dan upskill. Sementara Vice President Islamic Ecosystem Solutions Group BSI Imat Ni’matullah menekankan pentingnya budaya belajar melalui coaching, mentoring, dan penyiapan generasi penerus.
“Orang bertumbuh, insyaAllah impact-nya juga akan bertumbuh,” pungkasnya.
FOZ mendorong HRD OPZ Forum 2026 menghasilkan agenda konkret, mulai dari competency dictionary, learning path, Individual Growth Plan (IGP), hingga jejaring nasional praktisi HR dan Human Capital lembaga zakat. Dengan demikian, penguatan amil tidak berhenti pada peningkatan keterampilan, tetapi juga mencakup perlindungan dan pengembangan berkelanjutan sebagai bagian dari strategi menjaga kepercayaan publik dan memperbesar dampak zakat bagi masyarakat.
