ISLAM LIVE – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat pembinaan IKM (industri kecil dan menengah) agar naik kelas dan bisa berorientasi ekspor, memperluas ke pasar tingkat global. Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menilai teknologi digital membuka peluang ekspor yang semakin besar bagi IKM.
“Kita bisa konsentrasi pada industri kecil dan menengah yang berorientasi ekspor. Karena di era sekarang, orang bisa berjualan secara online sampai ke luar negeri. Ada teman saya yang bahkan menjual dawet sampai ke Hong Kong. Jadi, urusan ekspor jangan hanya menjadi domain industri besar, tetapi industri kecil dan menengah juga harus bisa,” kata Sarmuji di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Indonesia memiliki 4,43 juta unit usaha IKM. Pemerintah akan memprioritaskan IKM dengan keunggulan kompetitif dan komparatif, sekaligus mengukur hasil pembinaan melalui peningkatan produktivitas, omzet, tenaga kerja, kapasitas produksi, dan akses pasar.
Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Reni Yanita menyebut sepanjang 2026 hingga triwulan III, sebanyak 313 IKM mendapat pembinaan ekspor. Sebanyak 98 IKM atau sekitar 31 persen telah melakukan ekspor, sementara 215 lainnya masih berpotensi masuk pasar global.
Penguatan IKM berorientasi ekspor dilakukan melalui pembiayaan, teknologi, standardisasi, kemitraan, dan akses pasar.
