ISLAM LIVE – Setiap manusia lahir dengan sense of curiosity atau rasa penasaran yang murni. Dalam dunia pendidikan, rasa ingin tahu ini bukanlah sekadar bumbu tambahan, melainkan “bahan baku” utama sekaligus nutrisi untuk melejitkan potensi kecerdasan.
Namun, layaknya keterampilan, rasa penasaran tidak bisa dibiarkan tumbuh liar tanpa arah; ia harus dirawat, diasah, dan diberi ruang untuk mekar.
Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) mengingatkan kita pada esensi perjuangan Ki Hadjar Dewantara tentang kemerdekaan belajar. Merdeka bukan berarti bebas tanpa batas, melainkan berdaya untuk menentukan arah pikirnya sendiri.
Di sinilah peran rasa ingin tahu menjadi sangat krusial. Ia adalah “umpan” yang menarik seseorang keluar dari zona nyaman ketidaktahuan menuju terangnya cakrawala ilmu.
Bayangkan seseorang yang ingin menyajikan hidangan mewah demi memanjakan lidah. Ia tentu membutuhkan stok bahan baku yang melimpah dan berkualitas agar masakan tersebut memuaskan selera.
Otak kita bekerja dengan logika yang sama. Dalam konteks keilmuan, otak sebenarnya ingin “dimanja” dengan informasi dan literasi yang berbobot.
Jika informasi yang kita konsumsi sehari-hari hanya sedikit, dangkal, atau bahkan sekadar remah-remah kabar burung (hoaks), jangan harap kita bisa menikmati kepuasan dalam berpikir maupun ketajaman dalam berimajinasi. Tanpa asupan yang berkualitas, hasil pemikiran kita pasti akan terasa “hambar” dan mudah goyah.
Sebagai praktisi pendidikan, kita harus menyadari bahwa musuh terbesar kecerdasan bukanlah ketidaktahuan, melainkan ilusi pengetahuan—saat seseorang merasa sudah cukup tahu padahal hanya melihat permukaan. Itulah mengapa menuntut ilmu dan melahap literatur yang produktif menjadi sangat krusial.
Literasi bukan hanya soal kemampuan membaca teks, tapi kemampuan membedah realitas agar kita tidak mudah menjatuhkan “vonis” yang keliru terhadap ilmu maupun sesama.
Dengan menjaga asupan informasi yang berbobot, kita tidak hanya memenuhi potensi kognitif, tetapi juga menjaga martabat kita sebagai manusia yang berakal sehat.
Pendidikan nasional kita harus menjadi ladang subur bagi tumbuhnya rasa ingin tahu ini, di mana setiap pertanyaan dihargai dan setiap pencarian jawaban adalah sebuah perjalanan menuju kedewasaan bangsa.
Mari kita terus merawat rasa penasaran anak didik kita. Karena hanya dengan rasa ingin tahu yang terus menyala, kita dapat memastikan bahwa Indonesia di masa depan dipimpin oleh generasi yang cerdas secara akal dan merdeka secara jiwa.
Selamat Hari Pendidikan Nasional.
Serukan rasa ingin tahu, tegakkan martabat ilmu.
