Mahasiswi dari Jerman hingga Suriah Kuliah di Kampus Muslimah Bogor

13 views
Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Aisyah Binti Abu Bakar yang berlokasi di Jalan Jami, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, itu menjadi penanda penting dalam peta pendidikan Islam nasional

ISLAM LIVE – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Aisyah Binti Abu Bakar di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, resmi beroperasi sebagai perguruan tinggi khusus muslimah yang mengusung konsep pendidikan bertaraf internasional. Kampus yang diresmikan Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. pada Sabtu (18/7/2026) itu memadukan pembelajaran ilmu keislaman dengan penguasaan bahasa asing, riset, teknologi, kepemimpinan, dan pembinaan karakter.

Ketua Yayasan STAI Aisyah Binti Abu Bakar, Dr. Edi Suwanto, S.H., M.Pd., mengatakan pendirian kampus tersebut merupakan langkah awal untuk mewujudkan pusat pendidikan muslimah berkelas dunia.

“Peresmian ini bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari cita-cita besar kami untuk menjadikan STAI Aisyah sebagai kampus muslimah bertaraf internasional yang memadukan ilmu syariah, bahasa internasional, riset, kepemimpinan, teknologi, serta akhlak mulia,” katanya.

Baca Juga:  Cukup 40 Detik Melihat Tanaman, Fokus Belajar Anak Bisa Meningkat

Saat ini STAI Aisyah telah menerima mahasiswa dari berbagai negara, di antaranya Jerman, Suriah, Sudan, Jepang, Tiongkok, dan beberapa negara lain. Suasana akademik internasional tersebut diperkuat dengan penggunaan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam proses pembelajaran.

Selain itu, seluruh mahasiswi diwajibkan menghafal 30 juz Al-Qur’an sebagai salah satu syarat menyelesaikan studi. Model pendidikan ini dirancang untuk menggabungkan penguasaan ilmu agama dengan kemampuan komunikasi global.

Ketua Pelaksana STAI Aisyah Binti Abu Bakar, Dodon Romadona, S.Kom., M.Pd., menjelaskan kurikulum kampus disusun agar mampu menjawab tantangan dunia kerja dan perkembangan global.

“Tantangan dunia kerja dan kehidupan global menuntut lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif, berkarakter, dan mampu berkomunikasi lintas budaya,” ujar Dodon.

Baca Juga:  Tradisi Tahun Baru Islam Boleh Dilestarikan Selama Tidak Bertentangan dengan Syariat

Ia menambahkan, proses pembelajaran mengintegrasikan ilmu keislaman, bahasa internasional, literasi digital, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kami ingin melahirkan muslimah yang siap berkarya di tingkat nasional maupun global tanpa kehilangan jati diri sebagai insan yang berakhlak,” katanya.

Hingga saat ini STAI Aisyah telah meluluskan sekitar 700 mahasiswi dengan dukungan lebih dari 50 dosen dan tenaga pengajar. Memasuki Tahun Akademik 2026/2027, kampus tersebut juga membuka Penerimaan Mahasiswi Baru Gelombang III sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi perempuan.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA