Tekan Angka Kematian Ibu, Ketua PBNU Dorong Pendidikan Reproduksi di Lingkungan Pesantren

5 views
Dokumentasi kegiatan Halaqah Implementasi Pendidikan Kesehatan Reproduksi Santri di Pondok Pesantren KHAS Kempek, Cirebon, yang memperlihatkan peserta mengikuti diskusi atau pemaparan materi dalam suasana edukatif

ISLAM LIVE – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Gerakan Maslahat Keluarga Nahdlatul Ulama (GKMNU) mendorong penerapan pendidikan kesehatan reproduksi di lingkungan pesantren sebagai bagian dari upaya menciptakan ruang belajar yang aman, sehat, dan mampu melindungi santri dari berbagai bentuk kekerasan.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Halaqah Implementasi Pendidikan Kesehatan Reproduksi Santri di Pondok Pesantren KHAS Kempek, Cirebon, Jawa Barat, Senin (20/7/2026), yang diikuti para pengasuh pesantren dari Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Ketua PBNU Bidang Kesejahteraan Masyarakat, Alissa Qatrunnada Wahid, mengatakan meningkatnya kasus kekerasan, termasuk kekerasan seksual di lingkungan pesantren, menjadi alasan penting mengapa pendidikan kesehatan reproduksi perlu diperkuat.

“Kesehatan reproduksi tidak bisa dipandang sempit. Di dalamnya juga terdapat upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta meningkatkan kualitas kesehatan generasi mendatang,” ujar Alissa.

Baca Juga:  Santri sebagai Suluh Rakyat

Menurutnya, upaya pencegahan tidak cukup hanya melalui regulasi dan penindakan. Santri juga perlu dibekali pemahaman yang benar mengenai kesehatan reproduksi agar mampu mengenali, menjaga diri, serta terhindar dari berbagai bentuk kekerasan.

Alissa menilai masih banyak masyarakat yang menganggap kesehatan reproduksi identik dengan pembahasan mengenai perilaku seksual. Padahal, materi tersebut mencakup berbagai aspek penting, seperti pencegahan anemia pada remaja, kesehatan ibu dan bayi, hingga persiapan menjadi calon orang tua yang sehat.

Karena itu, ia berharap pendidikan kesehatan reproduksi tidak lagi dianggap sebagai pembahasan yang tabu di lingkungan pesantren, melainkan menjadi bagian dari pendidikan yang mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman dan ramah bagi santri.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Kesehatan Anak Usia Sekolah dan Remaja Kementerian Kesehatan, Evi Nilawaty, mengatakan edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja merupakan salah satu strategi untuk menurunkan angka kematian ibu sekaligus mencegah stunting.

Baca Juga:  Wujud Cinta Ahlul Qur’an, Al Khalifah Islamic Boarding School Wisuda Penghafal 30 Juz Angkatan ke-12

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, angka kematian ibu (AKI) di Indonesia ditargetkan turun dari 183 per 100.000 kelahiran hidup pada 2024 menjadi 70 pada 2030 sesuai target Sustainable Development Goals (SDGs).

Di sisi lain, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Masthuriyah Sukabumi, Abdul Barri, menyambut baik program tersebut. Menurutnya, santri yang memasuki masa pubertas membutuhkan pendampingan yang tepat agar memahami cara menjaga kesehatan diri.

Ia berharap program yang diinisiasi PBNU tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan langsung ke pesantren melalui kunjungan dan berbagi praktik baik antarpesantren.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA