Korban Banjir Nepal-China Tembus 1.385, Lebih dari 5.500 Orang Masih Hilang

2 views
Jumlah total korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor dahsyat di sepanjang perbatasan Nepal-Tiongkok telah meningkat menjadi 1.385 jiwa, sementara lebih dari 5.500 orang masih dinyatakan hilang 11 hari setelah bencana tersebut, kata para pejabat pada hari Minggu

ISLAM LIVE – Korban tewas akibat banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah perbatasan Nepal dan China mencapai 1.385 orang. Sebanyak lebih dari 5.500 orang masih dinyatakan hilang, 11 hari setelah bencana melanda kawasan tersebut.

Seperti lansiran saudigazette, di Nepal, jumlah korban meninggal mencapai 1.342 orang, sementara sekitar 5.000 orang, termasuk 589 warga negara asing, masih hilang. Data tersebut disampaikan Otoritas Nasional Pengurangan Risiko Bencana dan Manajemen Nepal. Lebih dari 13.000 orang telah berhasil dievakuasi atau diselamatkan dari wilayah yang terdampak banjir di berbagai daerah Nepal.

Sementara itu, otoritas China melaporkan sedikitnya 43 orang meninggal dunia dan 519 lainnya masih hilang di wilayah otonom Xizang, yang juga dikenal sebagai Tibet. Berdasarkan data resmi Nepal dan China, terdapat sekitar 850 warga negara asing di antara 5.519 orang yang masih dinyatakan hilang.

Baca Juga:  Selesai Kunjungi Beijing, Donald Trump dan Xi Jinping Sepakati Babak Baru Hubungan AS-China

Bencana tersebut juga menyebabkan kerusakan parah pada jalan, jembatan, dan berbagai infrastruktur lainnya. Kondisi itu menyulitkan proses bantuan sekaligus membuat ribuan warga harus tinggal di tempat penampungan sementara.

Kelompok ibu hamil dan ibu yang baru melahirkan menjadi salah satu kelompok yang menghadapi kondisi sulit. Mereka mengalami keterbatasan akses terhadap makanan yang memadai, sanitasi, privasi, dan layanan kesehatan, menurut laporan Kathmandu Post.

Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFPA) memperkirakan sekitar 4.430 ibu hamil berada di wilayah terdampak yang tersebar di 15 munisipalitas di Rasuwa, Nuwakot, dan Dhading, tiga distrik yang termasuk paling parah terdampak banjir. Dalam satu bulan mendatang, sekitar 500 persalinan diperkirakan akan terjadi. Dari jumlah tersebut, sekitar 74 perempuan diperkirakan berpotensi membutuhkan layanan obstetri darurat.

Baca Juga:  Di Belakang Trump, Xi Jinping Curhat ke Putin: Perang di Timur Tengah Tidak Bijak

Di Rumah Sakit Trishuli, tenaga medis telah membantu sembilan persalinan sejak banjir melanda. Namun, rumah sakit menghadapi peningkatan kebutuhan layanan dan pasokan listrik yang tidak stabil. Generator kini menjadi satu-satunya sumber listrik yang digunakan untuk keperluan operasi.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA