ISLAM LIVE – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan perekonomian Indonesia berada dalam kondisi baik dengan pertumbuhan mencapai 5,6 persen. Menurutnya, kondisi ekonomi tidak dapat dinilai hanya dari satu sisi, seperti adanya perusahaan yang menghentikan operasional.
“Jangan lihat soal exit perusahaan saja, jangan lihat satu sisi saja. Kita lihat data agregatnya 5,6 persen, artinya pertumbuhan ekonomi baik secara agregat. Pemerintah kasih macam-macam stimulus,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (21/07/2026).
Selain itu, Purbaya mengatakan pemerintah terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi melalui berbagai stimulus. Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong aktivitas ekonomi nasional.
Karena itu, ia meminta masyarakat melihat kondisi perekonomian secara menyeluruh. Menurutnya, penilaian terhadap ekonomi perlu didasarkan pada berbagai indikator, bukan hanya fenomena yang terjadi pada sektor atau perusahaan tertentu.
Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan kondisi ekonomi makro dan mikro saling berkaitan. Oleh sebab itu, menurutnya, tidak tepat jika ekonomi makro dinilai baik, sementara ekonomi mikro secara keseluruhan dianggap buruk tanpa didukung indikator yang konkret.
“Makro (dan) mikro bukan hal yang lepas. Tidak mungkin makronya bagus terus mikronya jelek. Berapa penciptaan lapangan kerja baru dan pengangguran baru, di situ baru ketahuan angkanya,” tegasnya.
Selain pertumbuhan ekonomi, Purbaya menilai keberhasilan kebijakan pemerintah juga harus dilihat dari dampaknya terhadap masyarakat dan dunia usaha. Dengan demikian, evaluasi kondisi ekonomi tidak cukup hanya mengacu pada satu indikator, melainkan perlu mempertimbangkan berbagai aspek secara menyeluruh.
