Purbaya Tegaskan Ekonomi Indonesia dalam Kondisi Baik dengan Pertumbuhan 5,6 Persen

2 views
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keterangan mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan perekonomian Indonesia tetap berada dalam kondisi baik dengan pertumbuhan mencapai 5,6 persen serta didukung berbagai stimulus pemerintah.

ISLAM LIVE – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan perekonomian Indonesia berada dalam kondisi baik dengan pertumbuhan mencapai 5,6 persen. Menurutnya, kondisi ekonomi tidak dapat dinilai hanya dari satu sisi, seperti adanya perusahaan yang menghentikan operasional.

“Jangan lihat soal exit perusahaan saja, jangan lihat satu sisi saja. Kita lihat data agregatnya 5,6 persen, artinya pertumbuhan ekonomi baik secara agregat. Pemerintah kasih macam-macam stimulus,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (21/07/2026).

 

Selain itu, Purbaya mengatakan pemerintah terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi melalui berbagai stimulus. Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong aktivitas ekonomi nasional.

Karena itu, ia meminta masyarakat melihat kondisi perekonomian secara menyeluruh. Menurutnya, penilaian terhadap ekonomi perlu didasarkan pada berbagai indikator, bukan hanya fenomena yang terjadi pada sektor atau perusahaan tertentu.

Baca Juga:  Respons Kecemasan Publik, Menkeu Purbaya: Indonesia Tidak Menuju Keadaan Seperti 1998

Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan kondisi ekonomi makro dan mikro saling berkaitan. Oleh sebab itu, menurutnya, tidak tepat jika ekonomi makro dinilai baik, sementara ekonomi mikro secara keseluruhan dianggap buruk tanpa didukung indikator yang konkret.

“Makro (dan) mikro bukan hal yang lepas. Tidak mungkin makronya bagus terus mikronya jelek. Berapa penciptaan lapangan kerja baru dan pengangguran baru, di situ baru ketahuan angkanya,” tegasnya.

 

Selain pertumbuhan ekonomi, Purbaya menilai keberhasilan kebijakan pemerintah juga harus dilihat dari dampaknya terhadap masyarakat dan dunia usaha. Dengan demikian, evaluasi kondisi ekonomi tidak cukup hanya mengacu pada satu indikator, melainkan perlu mempertimbangkan berbagai aspek secara menyeluruh.

Baca Juga:  Rupiah Ambruk ke Rp17.880 per Dolar AS pada Perdagangan 2 Juni 2026
TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA