ISLAM LIVE – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) akan tetap dipertahankan setelah menunjukkan perbaikan kinerja. Karena itu, Presiden Prabowo Subianto tidak melanjutkan wacana pembubaran Bea Cukai maupun pengalihan fungsinya kepada Société Générale de Surveillance (SGS). Menurutnya, Presiden Prabowo melihat adanya perkembangan positif di tubuh Bea Cukai. Oleh sebab itu, lembaga tersebut dinilai masih dapat diperbaiki.
“Pak Prabowo sudah melihat ada perbaikan yang signifikan di Bea Cukai. Kalau dulu dia bilang bubarkan, sekarang dia pernah bilang di salah satu rapat dengan kabinet, Bea Cukai bisa diperbaiki dan harus bisa diperbaiki. Itu adalah sinyal yang clear bahwa ada perkembangan positif di Bea Cukai yang diakui oleh pimpinan kita. Jadi kemungkinannya si Bea Cukai akan tetap bertahan,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Juli 2026 di Jakarta, Selasa (21/07/2026).
Selain itu, Purbaya menjelaskan perbaikan dilakukan melalui perombakan organisasi. Pemerintah juga menempatkan pejabat baru di sejumlah posisi strategis.
“Bea Cukai progresnya sudah amat baik. Kita sudah kocok ulang pegawai-pegawai di sana, dan sekarang yang di pucuk-pucuk pimpinan sudah orang-orang yang relatif lebih baik. Dan mereka tahu kalau mereka enggak baik, mereka akan dibubarkan, itu yang penting tadi,” ujarnya.
Sementara itu, penerimaan kepabeanan dan cukai hingga Juni 2026 mencapai Rp152 triliun. Nilai tersebut tumbuh 3,4 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
Menurut Purbaya, peningkatan kinerja juga terlihat dari menurunnya peredaran barang selundupan. Bahkan, penindakan terhadap rokok ilegal terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
Di sisi lain, pemerintah mengubah pendekatan penindakan terhadap pelanggaran kepabeanan. Jika sebelumnya hanya barang ilegal yang disita, kini kendaraan pengangkut barang ilegal juga akan ditahan hingga pemeriksaan selesai.
“Setiap truk atau kendaraan yang melakukan praktik ilegal, tahan dulu sampai clear betul. Saya tahan betul supaya cost untuk melakukan praktik ilegal itu menjadi mahal. Jadi sekarang di seluruh kantor Bea Cukai di seluruh Indonesia mungkin itu penuh dengan truk-truk atau mobil-mobil yang mengangkut barang ilegal itu,” lanjutnya.
Selain memperketat penindakan, Bea Cukai mulai menerapkan teknologi kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) dalam pengawasan di pelabuhan. Dengan demikian, efektivitas pengawasan diharapkan semakin meningkat.
