ISLAM LIVE – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melanjutkan program Revitalisasi Pendidikan pada 2026 dengan memperluas pembangunan dan perbaikan sekolah di berbagai daerah. Program tersebut didukung mekanisme swakelola yang melibatkan komite pembangunan di setiap satuan pendidikan.
Widyaprada Ahli Utama Kemendikdasmen, Khamim, mengatakan dana revitalisasi disalurkan langsung ke rekening komite pembangunan sekolah setelah seluruh dokumen dan perjanjian administrasi dinyatakan lengkap.
Ia menjelaskan, salah satu proyek revitalisasi di SD Inpres Naimata, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, memperoleh anggaran sebesar Rp3,1 miliar untuk pembangunan fasilitas pendidikan.
“Sehingga lebih optimalnya dan efisien dan teman-teman bisa lihat sendiri hasilnya,” ujar Khamim.
Selain pengelolaan anggaran secara swakelola, Kemendikdasmen juga melibatkan perguruan tinggi sebagai pendamping teknis. Fakultas teknik sipil di setiap provinsi dan kabupaten/kota ditugaskan mengawasi pelaksanaan pembangunan agar sesuai dengan spesifikasi yang telah direncanakan.
“Di setiap provinsi dan kabupaten/kota kan ada perguruan tinggi yang mempunyai fakultas teknik sipil itulah mereka yang menjadi pendamping,” katanya.
Menurut Khamim, para pendamping melakukan pemantauan secara rutin sejak tahap perencanaan hingga penyelesaian proyek untuk memastikan mutu bangunan tetap terjaga.
Program Revitalisasi Pendidikan menjadi salah satu program prioritas pemerintah yang akan terus dikembangkan pada tahun ini. Kemendikdasmen menyebut penambahan lokasi revitalisasi telah memperoleh persetujuan DPR RI sehingga diharapkan semakin banyak sekolah yang mendapatkan fasilitas belajar yang lebih layak.
Pemerintah berharap peningkatan kualitas sarana pendidikan melalui program revitalisasi dapat mendukung pemerataan mutu pendidikan di berbagai daerah sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi peserta didik.
