ISLAM LIVE — Tantangan permodalan masih menjadi salah satu persoalan yang kerap dihadapi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Mulai dari kebutuhan pembelian tiket, pemesanan hotel, pengurusan visa hingga biaya layanan lainnya, semuanya membutuhkan arus kas yang tidak sedikit sebelum jamaah benar-benar berangkat.
Menjawab tantangan tersebut, KIAS Travel melalui skema Mitra Escrow KIAS menawarkan pola kerja sama yang memungkinkan PPIU menjalankan bisnis perjalanan umrah dengan kebutuhan modal yang lebih ringan, sekaligus mendapatkan dukungan pemasokan layanan secara terintegrasi.
Melalui skema ini, pembiayaan sejumlah komponen perjalanan dapat dilakukan KIAS sesuai mekanisme kerja sama yang berlaku. Komponen tersebut meliputi tiket penerbangan, hotel di Makkah dan Madinah, visa, serta handling dan layanan lainnya sesuai paket yang disepakati.
Salah satu poin menarik dari skema tersebut adalah PPIU tidak perlu melakukan blok seat secara spekulatif. Kebutuhan tiket dan layanan disesuaikan dengan jumlah jamaah riil yang dimiliki.
Dengan demikian, risiko modal tersangkut akibat kursi yang tidak terjual dapat diminimalkan.
Tetap Jual dengan Nama Travel Sendiri
Meski mendapatkan dukungan pembiayaan dan pemasokan dari KIAS, posisi PPIU dalam menjalankan bisnisnya tetap dipertahankan.
Jamaah tetap berangkat menggunakan nama PPIU masing-masing. Travel juga tetap memiliki kewenangan dalam menentukan harga jual paket kepada jamaah serta margin bisnis yang ingin diperoleh.
Skema ini menjadikan KIAS sebagai mitra di belakang layar yang membantu kebutuhan pasokan perjalanan, sementara PPIU tetap menjadi pihak yang membangun pasar, melayani jamaah, dan mengembangkan mereknya sendiri.
“Berapa pun jamaah Anda, berangkat tanpa modal,” demikian pesan utama yang disampaikan dalam program Mitra Escrow KIAS.
Konsep tersebut dinilai dapat membuka peluang lebih luas, terutama bagi PPIU yang ingin meningkatkan jumlah keberangkatan tanpa harus menanggung beban modal besar di awal.
Satu Pintu untuk Kebutuhan Perjalanan
Keunggulan lain yang ditawarkan adalah sistem pemasokan yang lebih terintegrasi. PPIU dapat memperoleh kebutuhan utama perjalanan melalui satu ekosistem kerja sama, mulai dari tiket, hotel Makkah–Madinah, visa hingga layanan pendukung lainnya.
Bagi pelaku usaha perjalanan ibadah, pola ini berpotensi membuat pengelolaan operasional menjadi lebih efisien. Travel tidak perlu mengalokasikan modal besar untuk mengamankan seluruh komponen perjalanan jauh sebelum keberangkatan.
Namun, skema kerja sama tetap memiliki persyaratan dan mekanisme yang perlu dipenuhi oleh calon mitra. Informasi mengenai ketentuan serta syarat kerja sama tersedia melalui platform resmi KIAS.
Mitra Escrow KIAS pun hadir sebagai salah satu alternatif model bisnis bagi asosiasi dan PPIU yang ingin menjalankan keberangkatan jamaah dengan modal lebih ringan, risiko blok seat yang lebih terkendali, namun tetap memiliki keleluasaan dalam mengembangkan merek dan menentukan strategi penjualan.
Informasi lebih lanjut mengenai program Mitra Escrow KIAS dapat diakses melalui halaman resmi Mitra Escrow KIAS.
Sementara ketentuan untuk menjadi mitra tersedia di halaman syarat kerja sama KIAS. Informasi pada kedua halaman resmi tersebut menegaskan positioning program KIAS sebagai solusi keberangkatan dan dukungan operasional bagi mitra.
