ISLAM LIVE – Anggaran subsidi energi 2027 ditetapkan Rp261,5 triliun, turun Rp11,44 triliun dari usulan awal Rp272,94 triliun. Pemangkasan terutama menyasar subsidi BBM dan LPG 3 kg, sementara subsidi listrik tetap Rp130,11 triliun.
Dalam Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta, Selasa (29/9/2026), Ketua Banggar DPR Said Abdullah mengatakan penurunan anggaran disertai pembenahan data penerima. “Penurunan subsidi tersebut karena disertai dengan pembenahan data penerima subsidi sehingga akan lebih tepat sasaran dan lebih mengefisienkan anggaran subsidi energi kita,” ujar Said.
Alokasi subsidi BBM dan LPG 3 kg menjadi Rp131,39 triliun. Volume BBM bersubsidi ditetapkan 19,56 juta kiloliter, sedangkan LPG 3 kg delapan juta metrik ton.
Dirjen Migas Laode Sulaeman mengatakan data MyPertamina akan dipadukan dengan Dukcapil dan kepolisian untuk menyaring penerima. Namun, ekonom CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai kuota LPG tersebut perlu dicermati karena konsumsi 2026 diperkirakan 8,67 juta metrik ton.
Nining Elitos dari KASBI mengingatkan dampaknya terhadap buruh. “Pendapatan riil buruh turun, sementara pengeluaran kebutuhan dasar tidak berkurang, bahkan cenderung meningkat,” katanya, dilansir Koran Jakarta.
Pemerintah juga menetapkan anggaran MBG 2027 sebesar Rp240,2 triliun.
