ISLAM LIVE – Produk dalam negeri terus didorong memperluas pasar domestik melalui peningkatan kualitas, daya saing, dan penggunaan komponen lokal. Kementerian Perindustrian menyebut sekitar 78,39 persen produk manufaktur nasional saat ini ditujukan untuk pasar domestik.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan penggunaan produk dalam negeri dapat memperkuat kapasitas produksi, investasi, penyerapan tenaga kerja, dan rantai pasok. “Pemanfaatan produk dalam negeri merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem industri yang semakin kuat,” ujar Agus di Jakarta, Sabtu (26/09/2026).
Kepala Pusat P4DN Kris Sasono Ngudi Wibowo menyebut kapasitas industri pengolahan nonmigas masih dapat dioptimalkan, dengan utilisasi sebesar 61,8 persen pada 2025. Sementara konsumsi rumah tangga sepanjang 2025 mencapai Rp12.834,8 triliun dengan jumlah penduduk 284,44 juta jiwa.
Hingga 2 September 2026, lebih dari 57.000 produk telah tersertifikasi TKDN dari lebih dari 5.600 perusahaan industri.
Senior Institutional Relations Specialist PT Bio Farma Evi Sylvia menekankan peningkatan TKDN perlu diiringi penguasaan teknologi, standar mutu, dan halal. Sementara CEO & Co-Founder Torch Ben Wirawan menilai produk lokal harus tetap relevan, berkualitas, dan sesuai kebutuhan konsumen agar kompetitif.
Dengan pasar domestik yang besar rencana ini memiliki ruang untuk memperluas penetrasi sekaligus memperkuat industri nasional.
