Kabinet Prabowo Terancam ‘Radical Break’! Rocky Gerung Ramal Reshuffle Massal Agustus: Menteri Tak Kompeten Bakal Ditendang?

17 views

ISLAM LIVE – Pengamat politik Rocky Gerung memberikan analisis tajam terkait dinamika pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, mulai dari isu perombakan kabinet (reshuffle) hingga arah kebijakan ekonomi yang ia sebut sebagai “Prabowonomics”.

Dalam diskusi di kanal YouTube Total Politik, Rocky menilai akan terjadi sebuah titik balik radikal (radical break) untuk mengembalikan kepercayaan publik.

Rocky memprediksi bahwa reshuffle besar-besaran kemungkinan terjadi pada awal Agustus sebagai langkah “game changer” bagi pemerintah.

Menurutnya, sektor ekonomi dan komunikasi adalah dua wilayah yang paling mendesak untuk dibenahi karena banyak menteri yang dianggap tidak mampu menerjemahkan visi presiden.

“Presiden sudah jadi juru bicara menteri-menterinya karena menteri-menterinya enggak bisa bicara, enggak ngerti atau enggak yakin juga dengan ide presiden,” ujar Rocky terkait fenomena Prabowo yang seringkali harus menjelaskan sendiri konsep ekonominya di berbagai forum.

Baca Juga:  Sebut Sangat Berbahaya, Pandji Pragiwaksono Kuliti Sosok Dadan Hindayana: Ahli Serangga Kok Urus Gizi Rakyat?

Rocky menambahkan bahwa perombakan ini mungkin akan dilakukan secara bertahap atau “gradual radical break” untuk memastikan kabinet tetap bekerja.

Salah satu poin krusial yang dibahas adalah ideologi ekonomi Prabowo yang cenderung ke arah state capitalism (kapitalisme negara) dan penguatan koperasi sesuai amanat konstitusi.

Rocky menyebut bahwa Prabowo memiliki dalil sendiri terkait independensi Bank Indonesia (BI).

“Presiden menganggap bahwa konstitusi tidak mendesain Bank Indonesia itu untuk independen,” kata Rocky.

Ia menjelaskan bahwa Prabowo mungkin ingin mengembalikan peran BI sebagai bagian dari instrumen kebijakan pemerintah untuk melawan apa yang disebutnya sebagai “global finance capitalism” yang mencekik rakyat.

 

Legitimacy Gibran dan Isu ‘Londo Ireng’

Terkait posisi Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden, Rocky menyoroti adanya jurang antara legalitas dan legitimasi. Meskipun secara hukum telah diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi, ia menilai publik masih merasakan adanya persoalan etika.

Baca Juga:  Ribuan Bayi Meninggal Akibat Kelainan Jantung, DPR Desak Akses Operasi Dipercepat

Rocky bahkan memberikan tafsir radikal terkait istilah “Londo Ireng” (pengkhianat dari kalangan sendiri) yang sempat muncul. Ia menduga istilah tersebut merupakan sindiran tersembunyi yang bisa dialamatkan kepada Jokowi dalam konteks hubungannya dengan PDIP.

“Siapa yang Londo Ireng? Misalnya kalau kita radikalkan ya Jokowi mengkhianati konstitusi,” cetusnya.

 

Oposisi dan Kabinet Bayangan

Menanggapi munculnya wacana “kabinet bayangan” dari elemen masyarakat, Rocky memberikan kritik agar gerakan tersebut tidak sekadar menjadi pengekor kebijakan pemerintah. Ia menegaskan bahwa kabinet bayangan seharusnya menjadi antitesis yang nyata.

“Kabinet bayangan dia mesti siap menggantikan kabinet itu kalau dia gagal. Dan kelihatannya mereka cuma ingin membayangi, bukan ingin menggantikan,” pungkas Rocky.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA