ISLAM LIVE – Israel Houghton adalah penyanyi, penulis lagu, produser musik, dan pemimpin pujian musik rohani Kristen kontemporer asal Amerika Serikat. Ia lahir pada 19 Mei 1971 dan telah memenangkan beberapa penghargaan Grammy Awards. Sementara itu, Israel & New Breed adalah grup musik atau tim pelayanan rohani yang dibentuk dan dipimpin langsung oleh Israel Houghton.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, meminta penyelenggara memberikan klarifikasi terbuka mengenai rencana konser Israel Houghton dan Israel & New Breed. Klarifikasi itu meliputi tujuan, pihak yang terlibat, artis, bentuk kerja sama, serta kemungkinan keterkaitan acara dengan agenda politik yang mendukung Israel.
“Apabila benar bahwa konser tersebut membawa, mempromosikan, atau menjadi bagian dari agenda dukungan terhadap Israel, maka hal tersebut patut mendapat perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat Indonesia,” kata Sudarnoto Abdul Hakim, Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta diterima inilah.com , Jumat (2/10/2026).
Sejumlah pihak yang mengkritik Houghton, termasuk MUI, berspekulasi dengan Zionisme Kristen atau Zionisme Kristen. Paham ini merupakan salah satu aliran dalam teologi Kristen yang memandang keberadaan negara Israel modern secara fisik sebagai bagian dari penggenapan atau pewarisan nubuat yang terdapat dalam Alkitab.
Kekhawatiran terhadap kemungkinan munculnya agenda atau pesan politik dalam konser tersebut menjadi salah satu alasan MUI meminta aparat mempertimbangkan kembali perizinannya, terutama di tengah situasi konflik Palestina-Israel yang sensitif. Selain itu, MUI mendorong pihak penyelenggara untuk memberikan keterangan secara terbuka mengenai acara tersebut.
Sorotan publik terhadap Israel Houghton salah satunya muncul dari unggahan di akun media sosialnya. Pada 8 Oktober 2023, sehari setelah eskalasi konflik besar di Timur Tengah, Houghton menulis di akun Instagram pribadinya, “Saya berdoa untuk perdamaian Yerusalem. Saya berdiri bersama Israel,” yang disertai emoji bendera Israel. Unggahan tersebut kemudian mendapat sorotan dari sejumlah aktivis dan pihak yang mengkritiknya karena dinilai menunjukkan dukungan terbuka terhadap Israel.
Pihak promotor atau materi resmi dari konser Israel & New Breed sendiri tidak secara eksplisit menyatakan adanya agenda politik tertentu dalam tur musik rohani mereka.
