Daya Beli Turun, Biro Perjalanan Wisata Kena Tekanan!

2 views

ISLAM LIVE – Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) menilai aktivitas perjalanan wisata domestik sepanjang semester I-2026 belum mengalami peningkatan berarti dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi daya beli masyarakat yang masih terbatas disebut menjadi salah satu faktor yang membuat masyarakat lebih selektif dalam menentukan perjalanan wisata.

Sekretaris Jenderal Asita Budijanto Ardiansjah mengatakan wisatawan saat ini cenderung menjadikan harga sebagai pertimbangan utama. Pilihan fasilitas perjalanan juga lebih banyak mengarah pada layanan sederhana, sementara permintaan terhadap fasilitas premium masih berasal dari segmen wisatawan kelas atas.

“Kecenderungan wisatawan saat ini masih ditentukan oleh harga dan fasilitas yang dipilih cenderung yang biasa-biasa saja,” kata Sekretaris Jenderal Asita Budijanto Ardiansjah kepada Kontan, Rabu (12/8/2026).

Baca Juga:  Dari Kashmir hingga Kerala! Indian Food Festival Surabaya Kenalkan 8 Kuliner Khas India

Situasi tersebut turut memberikan tekanan terhadap bisnis biro perjalanan wisata (BPW). Pelaku usaha harus menyesuaikan produk yang ditawarkan dengan kemampuan konsumen agar perjalanan wisata tetap menarik di tengah kondisi permintaan yang belum banyak bergerak.

Salah satu strategi yang mulai banyak digunakan adalah menawarkan paket perjalanan dengan tingkat fleksibilitas lebih tinggi. Konsep tersebut memungkinkan wisatawan memiliki ruang lebih besar untuk menentukan aktivitas selama perjalanan sesuai kebutuhan dan anggaran.

“Dalam situasi daya beli yang juga menurun, BPW dituntut untuk inovatif dalam membuat paket supaya tetap laku terjual. Sekarang yang dijual adalah paket free and easy,” ungkapnya.

Memasuki semester II-2026, Asita masih melihat sejumlah tantangan, terutama berkaitan dengan kebijakan pemerintah. Asita menilai regulasi perlu lebih memperhatikan keberlangsungan pelaku usaha kecil dan menengah yang bergerak di sektor perjalanan wisata.

Baca Juga:  Rayakan 17-an dengan 10 Promo Kuliner! Dari Bakmi GM hingga Chatime, Harga Mulai Rp17 Ribu

Di tengah kondisi tersebut, peluang pertumbuhan tetap terbuka karena masih terdapat pasar wisatawan yang belum digarap secara optimal. Asita mendorong pelaku industri meningkatkan promosi untuk menarik kembali minat masyarakat melakukan perjalanan wisata.

“Dari sisi peluang, masih banyak market yang belum dimaksimalkan sehingga kegiatan promosi harus semakin gencar dilakukan,” pungkasnya.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA