Selesai Kunjungi Beijing, Donald Trump dan Xi Jinping Sepakati Babak Baru Hubungan AS-China

14 views
Foto oleh www.kaboompics.com: https://www.pexels.com/id-id/foto/bendera-amerika-serikat-bisnis-pasar-4386371/

ISLAM LIVE – Lawatan kenegaraan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, ke Beijing resmi berakhir setelah dirinya menyelesaikan putaran final dialog bersama Presiden China, Xi Jinping. Pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung selama dua hari di kompleks kediaman pemimpin tertinggi China, Zhongnanhai, ini menjadi sorotan global.

Dilansir dari BBC.com Indonesia, dalam agenda terakhirnya sebelum bertolak kembali ke Gedung Putih, Trump sempat diajak berkeliling menikmati area Zhongnanhai oleh Xi Jinping. Melalui jumpa pers bersama setelah tur tersebut, kedua pemimpin negara adidaya ini mengungkapkan kepuasan mereka atas hasil dialog yang dinilai produktif.

Saling Lempar Pujian dan Komitmen Hubungan Bilateral

Pertemuan di Beijing ini meninggalkan kesan mendalam bagi kedua belah pihak. Media pemerintah China merilis keterangan resmi yang menyebutkan bahwa Xi Jinping melihat kunjungan ini memiliki dampak jangka panjang yang signifikan bagi hubungan kedua negara. Dilansir dari BBC.com Indonesia, Xi Jinping menyatakan:

“Presiden Trump berharap menjadikan AS kembali berjaya, dan saya berkomitmen memimpin rakyat China untuk mewujudkan kebangkitan besar bangsa China,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa kedua negara harus melaksanakan “konsensus penting” yang telah dicapai.

Tak hanya itu, Xi juga menegaskan bahwa keduanya telah menyepakati “posisi baru bagi hubungan yang konstruktif, strategis, dan stabil”. Sebagai simbol keakraban, Xi bahkan berjanji akan mengirimkan beberapa benih mawar China yang sempat mereka kagumi saat berjalan-jalan di Zhongnanhai kepada Trump.

Baca Juga:  Hari Tatar Sunda Resmi Ditetapkan Setiap 18 Mei, Pimpinan Universitas Muhammadiyah Bogor Raya Sampaikan Apresiasi

Di sisi lain, Donald Trump juga memberikan respons yang sangat positif terhadap sambutan hangat sang tuan rumah. Dilansir dari BBC.com Indonesia, Trump menyebut kunjungan ini sebagai sesuatu yang:

“sangat sukses, diakui dunia, dan tak terlupakan”, serta menyebut Xi sebagai “teman lama saya” dan mengatakan “saya sangat menghormatinya”.

Lebih lanjut, pemimpin AS tersebut juga menyatakan kesiapannya untuk terus menjalin dialog intensif di masa depan.

“Saya bersedia mempertahankan komunikasi yang tulus dan mendalam dengan Presiden Xi Jinping, dan dengan hangat menantikan untuk menyambutnya di Washington.”

 

Bahas Isu Krusial: Dari Blokade Iran hingga Belanja Pesawat Boeing

Meskipun atmosfer pertemuan tampak hangat, meja perundingan tetap diisi oleh pembahasan isu-isu geopolitik dan ekonomi yang berat. Masalah perdagangan, pasokan minyak, situasi Iran, hingga persoalan Taiwan menjadi topik utama selama dua hari berturut-turut.

Beberapa jam sebelum agenda tur di Zhongnanhai dimulai, stasiun televisi Fox News menayangkan wawancara bersama Trump. Dalam wawancara itu, Trump membeberkan komitmen yang berhasil ia dapatkan dari Xi Jinping terkait pembatasan sokongan militer ke Iran. Dilansir dari BBC.com Indonesia, Trump menyampaikan:

Baca Juga:  Pelarian Kyai Cabul Asal Pati Berakhir, Polisi Grebek Ashari di Wonogiri

“Namun pada saat yang sama, dia mengatakan mereka membeli banyak minyak dari sana dan ingin terus melakukannya,” kata Trump.

Terkait konflik di Timur Tengah tersebut, Trump juga menegaskan posisi AS dan sekutunya.

“kami tidak ingin mereka memiliki senjata nuklir” dan menekankan bahwa “kami ingin Selat Hormuz tetap terbuka”.

Sebagai jalan keluar dari kebutuhan energi tersebut, Trump mengungkapkan bahwa Beijing telah setuju untuk mengalihkan pembelian minyak mereka dari AS. Tidak hanya minyak, komitmen dagang bernilai fantastis juga diraih lewat kesepakatan pembelian 200 unit pesawat Boeing oleh pihak China.

 

Babak Baru Perdagangan AS-China

Secara umum, Trump menilai negosiasi ekonomi kali ini membuahkan hasil yang sangat positif bagi sektor domestik Amerika Serikat. Dilansir dari BBC.com Indonesia, Trump menyebut pembicaraan perdagangan berjalan “lebih baik dibandingkan sebelumnya”.

Ia juga menggarisbawahi bahwa delegasi pebisnis yang ia boyong ke Beijing memang datang untuk tujuan strategis, yakni untuk “mencapai kesepakatan” dan “membawa kembali lapangan pekerjaan”.

Kendati demikian, laporan dari koresponden BBC di Beijing menyebutkan bahwa meski Trump mengumbar banyak keuntungan yang berhasil diperoleh AS, ia memilih untuk tetap merahasiakan konsesi atau timbal balik apa yang diminta oleh China dari AS sebagai gantinya.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA