ISLAM LIVE – Ketegangan dalam pembahasan kebijakan militer Amerika Serikat (AS) terhadap Timur Tengah memanas dalam sidang dengar pendapat yang diselenggarakan oleh Komite Angkatan Bersenjata DPR AS. Kepala Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Brad Cooper, yang turut hadir dalam sidang tersebut terlihat kesal saat mendapat rentetan pertanyaan tajam dari anggota DPR terkait dampak perang yang dialami oleh masyarakat AS.
Dalam sidang tersebut, anggota Kongres Seth Moulton secara terbuka mengkritik strategi militer Washington di kawasan Timur Tengah. Ia menilai kebijakan yang terus memperpanjang konflik hanya menambah penderitaan bagi masyarakat Amerika dan pasukan yang dikirim ke medan perang melawan Iran.
“Berapa banyak lagi warga Amerika yang harus mati karena kesalahan ini,” kata Seth Moulton dalam perdebatan yang berlangsung panas di hadapan para pejabat pertahanan AS pada Selasa, 19/5/2026.
Brad Cooper kemudian membela langkah militer yang dijalankan pemerintah AS. Menurutnya, operasi di kawasan Timur Tengah dilakukan demi menjaga stabilitas regional dan melindungi kepentingan keamanan Amerika Serikat. Namun, ia juga mengakui situasi di lapangan semakin kompleks seiring meningkatnya ketegangan dengan Iran.
Perdebatan di Kongres itu mencerminkan semakin besarnya tekanan politik terhadap pemerintah AS terkait arah kebijakan luar negeri dan militer di Timur Tengah. Sejumlah anggota parlemen mulai mempertanyakan efektivitas operasi militer yang dinilai memakan biaya besar, tetapi belum mampu mencapai target yang diinginkan.
