Konten Kreator Kini Jadi Mitra Dakwah di Era Digital

12 views
Wali Kota Banda Aceh memberikan materi dalam pelatihan dakwah digital yang diikuti konten kreator, dai, dan komunitas media sosial sebagai upaya memperkuat syiar Islam di era digital.

ISLAM LIVE – Pemanfaatan media digital sebagai sarana penyebaran nilai-nilai Islam terus didorong Pemerintah Kota Banda Aceh. Melalui pelatihan dakwah digital yang digelar Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengajak para konten kreator, influencer, dai, daiyah, serta komunitas media sosial untuk berkontribusi menghadirkan konten Islami yang bermanfaat di ruang digital.

Ajakan tersebut disampaikan saat memberikan materi bertema “Digitalisasi Syiar Islam untuk Mewujudkan Banda Aceh Islamic Smart City” dalam kegiatan yang berlangsung di Hotel Al Hanifi. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat syiar Islam melalui pendekatan yang selaras dengan perkembangan teknologi informasi.

Dalam paparannya, Illiza menjelaskan bahwa perubahan pola komunikasi masyarakat akibat kemajuan teknologi menuntut pendekatan dakwah yang lebih adaptif. Menurutnya, media sosial kini menjadi ruang yang sangat berpengaruh dalam membentuk cara berpikir generasi muda sehingga perlu diisi dengan pesan-pesan yang edukatif, santun, dan membawa manfaat.

Perkembangan tersebut menjadi alasan penting bagi pemerintah untuk mendorong lahirnya lebih banyak kreator konten yang mampu menyampaikan nilai-nilai Islam secara kreatif tanpa meninggalkan substansi ajarannya.

“Hari ini syiar Islam telah berpindah ruang. Generasi muda tumbuh dan membangun cara berpikirnya di ruang digital,” ujar Illiza.

Baca Juga:  Mobil Makan-makan Perluas Layanan Sosial Masjid ke Berbagai Wilayah Bandung

Ia juga mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki sekitar 221 juta pengguna internet dengan 143 juta akun media sosial. Rata-rata masyarakat menghabiskan waktu lebih dari tiga jam setiap hari di berbagai platform digital. Menurutnya, kondisi ini merupakan peluang besar untuk memperluas syiar Islam melalui media yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Banda Aceh sedang bergerak menuju digital Islami. Teknologi adalah alat, sedangkan syariat menjadi arah pembangunan,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Banda Aceh turut melibatkan berbagai unsur pemerintahan guna memperkuat sinergi dalam digitalisasi pelayanan publik dan syiar Islam. Illiza juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem digital yang mampu mendukung terwujudnya konsep Islamic Smart City.

Sebagai daerah yang dikenal dengan penerapan syariat Islam, Banda Aceh memiliki modal sosial dan keagamaan yang kuat. Kota ini tercatat memiliki 120 masjid, 130 mushalla atau meunasah, 40 dayah, 272 TPA, 186 balai pengajian, 95 majelis taklim, serta lebih dari 2.300 tenaga pengajar yang membina hampir 17 ribu santri dan peserta pengajian. Infrastruktur tersebut menjadi fondasi penting dalam penguatan pendidikan dan dakwah Islam.

Baca Juga:  Mengenal Lebih Jauh Apa Itu Sekolah Unggul Garuda Milik Pemerintah

Selain memperkuat lembaga-lembaga keagamaan, pemerintah juga mengembangkan berbagai inovasi berbasis teknologi, salah satunya melalui program ASN Mengaji berbasis aplikasi digital. Program tersebut diharapkan mampu menumbuhkan budaya Qurani di lingkungan birokrasi sekaligus mendukung pelayanan publik yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Dalam Islam, menyampaikan kebaikan merupakan tanggung jawab setiap Muslim sesuai kemampuan yang dimiliki. Kemajuan teknologi dapat menjadi sarana untuk memperluas dakwah selama digunakan dengan cara yang bijaksana, santun, dan membawa manfaat bagi masyarakat.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. An-Nahl ayat 125:

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah, pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang paling baik.”

Ayat tersebut menegaskan bahwa dakwah hendaknya dilakukan dengan kebijaksanaan dan pendekatan yang baik. Di era digital, prinsip tersebut tetap relevan, termasuk melalui penyebaran konten yang mendidik, menenangkan, dan mengajak masyarakat kepada nilai-nilai Islam.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, ulama, akademisi, komunitas, media, dunia usaha, serta para kreator digital, pemanfaatan teknologi diharapkan tidak hanya mendorong kemajuan kota, tetapi juga memperkuat syiar Islam di tengah perkembangan zaman. Upaya tersebut menjadi bagian dari ikhtiar membangun masyarakat yang religius sekaligus adaptif terhadap transformasi digital.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA