Fenomena Ribuan Calon Mahasiswa Mundur dari PTN, Ketua DPR Desak Evaluasi Total

14 views

ISLAM LIVE – Isu banyaknya calon mahasiswa yang lolos seleksi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) namun memilih tidak mendaftar ulang kini tengah menjadi sorotan tajam.

Menanggapi fenomena ini, Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah untuk segera mengevaluasi sistem penerimaan mahasiswa baru secara menyeluruh.

​Menurut laporan media yang kami lansir dari  detik.edu, angka 60 ribu calon mahasiswa yang disebut-sebut mundur tersebut bukan hanya dari jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Tim Penanggung Jawab SNBP mengklarifikasi bahwa angka tersebut merupakan akumulasi total dari jalur SNBP, UTBK-SNBT, hingga seleksi mandiri di masing-masing kampus.

​Meski begitu, Puan Maharani menilai jumlah tersebut tetaplah besar dan sangat disayangkan karena menyia-nyiakan kuota yang seharusnya bisa diisi oleh calon mahasiswa lain yang lebih membutuhkan.

Baca Juga:  Dadan: Dari Penghargaan Bintang Utama, Hingga Rompi Tahanan Kejaksaan Agung

​Berdasarkan data panitia seleksi yang telah kami himpun, ada beberapa pemicu utama mengapa peserta yang lolos PTN memilih mundur.

Pertama adalah ​banyak peserta yang diterima di jurusan pilihan kedua atau ketiga, sehingga mereka memilih menyeberang ke jalur mandiri atau Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang sesuai minat.

​Yang selanjutnya adalah karena sebagian calon mahasiswa terpaksa melepas kursi PTN karena tidak lolos seleksi beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

​”Informasi mengenai peserta yang tidak melakukan registrasi ulang masuk perguruan tinggi negeri perlu dijadikan momentum untuk mengevaluasi bagaimana negara mendefinisikan keberhasilan sistem pendidikan tinggi,” kata Puan, Kamis (25/6/2026) dalam keterangannya yang kami lansir dari detik.edu.

Baca Juga:  Kontroversi Normalisasi LGBT di Indonesia: Sorotan Tajam Ferry Irwandy hingga Ancaman Kesehatan Publik

Sebagai langkah konkret, Puan mendorong pemerintah dan panitia seleksi nasional untuk membangun sistem pelacakan (tracking system) berskala nasional.

Sistem ini bertujuan untuk memetakan alasan riil di balik mundurnya para peserta secara akurat. Dengan data yang terukur, intervensi kebijakan, baik berupa sinkronisasi kuota KIP Kuliah maupun pembenahan sistem seleksi, dapat dilakukan secara tepat sasaran demi menyelamatkan masa depan talenta muda Indonesia.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA