ISLAM LIVE – Isu banyaknya calon mahasiswa yang lolos seleksi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) namun memilih tidak mendaftar ulang kini tengah menjadi sorotan tajam.
Menanggapi fenomena ini, Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah untuk segera mengevaluasi sistem penerimaan mahasiswa baru secara menyeluruh.
Menurut laporan media yang kami lansir dari detik.edu, angka 60 ribu calon mahasiswa yang disebut-sebut mundur tersebut bukan hanya dari jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Tim Penanggung Jawab SNBP mengklarifikasi bahwa angka tersebut merupakan akumulasi total dari jalur SNBP, UTBK-SNBT, hingga seleksi mandiri di masing-masing kampus.
Meski begitu, Puan Maharani menilai jumlah tersebut tetaplah besar dan sangat disayangkan karena menyia-nyiakan kuota yang seharusnya bisa diisi oleh calon mahasiswa lain yang lebih membutuhkan.
Berdasarkan data panitia seleksi yang telah kami himpun, ada beberapa pemicu utama mengapa peserta yang lolos PTN memilih mundur.
Pertama adalah banyak peserta yang diterima di jurusan pilihan kedua atau ketiga, sehingga mereka memilih menyeberang ke jalur mandiri atau Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang sesuai minat.
Yang selanjutnya adalah karena sebagian calon mahasiswa terpaksa melepas kursi PTN karena tidak lolos seleksi beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
”Informasi mengenai peserta yang tidak melakukan registrasi ulang masuk perguruan tinggi negeri perlu dijadikan momentum untuk mengevaluasi bagaimana negara mendefinisikan keberhasilan sistem pendidikan tinggi,” kata Puan, Kamis (25/6/2026) dalam keterangannya yang kami lansir dari detik.edu.
Sebagai langkah konkret, Puan mendorong pemerintah dan panitia seleksi nasional untuk membangun sistem pelacakan (tracking system) berskala nasional.
Sistem ini bertujuan untuk memetakan alasan riil di balik mundurnya para peserta secara akurat. Dengan data yang terukur, intervensi kebijakan, baik berupa sinkronisasi kuota KIP Kuliah maupun pembenahan sistem seleksi, dapat dilakukan secara tepat sasaran demi menyelamatkan masa depan talenta muda Indonesia.
