ISLAM LIVE – Keberhasilan dua siswa MAN 2 Kota Malang meraih medali pada Olimpiade Sains Internasional 2026 menjadi bukti pentingnya pembinaan talenta yang dilakukan secara konsisten di lingkungan madrasah. Capaian tersebut menunjukkan prestasi tingkat dunia lahir dari budaya akademik yang dibangun dalam jangka panjang.
Pada ajang International Biology Olympiad (IBO) 2026 di Lithuania, Talita Alya Nabilah berhasil meraih medali perak. Sementara Ahmad Kautsar R. membawa pulang medali perunggu dari International Chemistry Olympiad (IChO) 2026 yang digelar di Uzbekistan.
Kepulangan keduanya disambut di Bandara Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang Achmad Shampton, Kepala MAN 2 Kota Malang Samsudin, para guru pembina, serta keluarga besar madrasah.
Talita mengungkapkan bahwa keberhasilannya merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak yang selama ini mendampingi proses belajar dan pembinaan.
“Pencapaian ini adalah keberhasilan bersama. Dukungan dan bimbingan dari guru, kepala madrasah, komite, serta doa orang tua menjadi kekuatan bagi kami untuk mampu bersaing di tingkat internasional,” ujar Talita, dikutip dari Kementerian Agama, Sabtu (25/7/2026).
Ahmad Kautsar juga menegaskan bahwa budaya belajar yang kuat menjadi fondasi utama lahirnya prestasi tersebut. Menurutnya, pembinaan olimpiade yang dilakukan secara berkelanjutan serta sinergi antara madrasah, guru, dan orang tua menjadi faktor penting dalam menjaga tradisi prestasi MAN 2 Kota Malang.
Kepala MAN 2 Kota Malang, Samsudin, mengatakan pencapaian para siswanya merupakan buah dari komitmen madrasah dalam membangun ekosistem pendidikan yang unggul, profesional, transparan, dan akuntabel.
“Prestasi ini adalah amanah sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan pembinaan talenta. Kami mendoakan ananda Talita dan Kautsar agar terus mengukir prestasi yang lebih gemilang di perguruan tinggi dan kelak menjadi generasi yang membawa manfaat bagi bangsa dan negara,” tuturnya.
Samsudin juga mengungkapkan bahwa Talita telah diterima di Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB), sehingga diharapkan dapat melanjutkan prestasinya pada jenjang pendidikan tinggi.
Apresiasi turut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang, Achmad Shampton. Ia menilai keberhasilan kedua siswa tersebut menjadi bukti bahwa madrasah mampu melahirkan generasi yang siap berkompetisi di tingkat internasional.
“Alhamdulillah, prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Kota Malang, Jawa Timur, dan Indonesia. Talita dan Kautsar telah menunjukkan murid madrasah mampu bersaing dan berprestasi di panggung dunia. Semoga keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi murid lainnya untuk terus belajar, berikhtiar, dan berani berkompetisi di tingkat internasional,” katanya.
Prestasi yang diraih Talita dan Ahmad Kautsar memperlihatkan bahwa investasi pada pembinaan riset, budaya akademik, serta pengembangan talenta di madrasah mampu menghasilkan generasi yang unggul dalam sains tanpa meninggalkan pembentukan karakter. Model pembinaan tersebut menjadi salah satu modal penting dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang berdaya saing di tingkat global.
