ISLAM LIVE – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf menegaskan asrama haji harus dikembangkan sebagai pusat layanan bagi jemaah, bukan sekadar menyediakan bangunan fisik.
Penegasan tersebut disampaikan Gus Irfan saat meninjau lahan calon Asrama Haji Provinsi Bali di Jalan Pemelisan, Banjar Suwung Batan Kendal, Sesetan, Denpasar, Kamis (23/7/2026). Kunjungan itu menjadi bagian dari upaya Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mempercepat penguatan infrastruktur pelayanan haji di daerah seiring transformasi tata kelola penyelenggaraan haji nasional.
“Setiap fasilitas yang dibangun harus memberikan manfaat nyata bagi jemaah. Asrama haji harus menjadi pusat layanan yang nyaman, representatif, dan mampu mendukung penyelenggaraan ibadah haji yang semakin berkualitas,” ujar Gus Irfan.
Menurutnya, setiap pembangunan infrastruktur haji harus berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan, pembinaan, dan kenyamanan jemaah. Lahan seluas 1.920 meter persegi yang ditinjau tersebut telah beralih menjadi aset Kemenhaj melalui proses administrasi yang sebelumnya dilakukan bersama Kementerian Agama. Keberadaan lahan itu diproyeksikan menjadi cikal bakal pembangunan Asrama Haji Bali guna mendukung peningkatan layanan bagi jemaah haji dan umrah di Provinsi Bali serta wilayah sekitarnya.
Gus Irfan menambahkan, Kemenhaj terus mendorong percepatan penyediaan sarana dan prasarana pelayanan haji di berbagai daerah sebagai bagian dari komitmen menghadirkan layanan yang profesional, efektif, dan berorientasi pada kepuasan jemaah. Dalam kunjungan tersebut, ia juga menerima paparan mengenai status aset, kesiapan lokasi, serta rencana pengembangan kawasan sebagai bahan penyusunan langkah lanjutan pembangunan.
Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Provinsi Bali, Mahmudi, menyatakan pembangunan Asrama Haji Bali merupakan kebutuhan strategis untuk memperkuat kesiapan layanan sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan calon jemaah. Pembangunan fasilitas tersebut diharapkan menjadi bagian dari penguatan ekosistem pelayanan haji dan umrah yang semakin modern, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah.
