ISLAM LIVE – Menteri Haji dan Umrah, K.H. Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan), mengatakan angka kematian jemaah haji Indonesia pada musim haji 1447 H/2026 M berhasil ditekan sekitar 25 persen. Meski demikian, ia menegaskan penguatan istithaah kesehatan tetap menjadi prioritas dalam penyelenggaraan haji ke depan.
“Kesehatan menjadi perhatian khusus. Kita memang berhasil menekan angka mortalitas sekitar 25 persen, tetapi jumlahnya masih cukup besar. Karena itu, penguatan istithaah kesehatan harus menjadi prioritas dalam penyelenggaraan haji ke depan,” kata Gus Irfan dalam Rapat Kerja Nasional Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 M di Jakarta, Sabtu (4/7/2026).
Selain aspek kesehatan, Kemenhaj juga menyoroti perlunya perbaikan layanan di kawasan Mina sebagai bagian dari evaluasi penyelenggaraan haji tahun ini. Peninjauan tersebut dilakukan bersamaan dengan evaluasi berbagai kebijakan lain, seperti kuota wilayah, efisiensi biaya, dan penggunaan kartu pintar haji.
“Bagaimana kita bisa memperbaiki layanan di Mina harus menjadi perhatian bersama. Apa pun yang perlu dilakukan demi perbaikan layanan di Mina harus kita lakukan,” tegasnya.
Usai rapat evaluasi, jajaran Kemenhaj dijadwalkan mengikuti kegiatan retret sebagai bagian dari penguatan kesiapan internal Kementerian Haji dan Umrah. (ari/ed).
