ISLAM LIVE – Dunia akademik Indonesia tengah diguncang skandal integritas yang serius. Media sosial Thread belakangan ini diramaikan oleh dugaan pemalsuan identitas dan hasil karya ilmiah yang dipublikasikan di jurnal internasional oleh sekelompok peneliti asal Indonesia.
Kasus ini mencuat setelah netizen menemukan kejanggalan dalam publikasi riset yang diduga dilakukan oleh tim peneliti asal Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Nama-nama yang terseret dalam isu ini adalah Rifaldy Fajar, Prihantini, dan Riana Dwi Kurniawati.
Kejanggalan utama yang disoroti publik adalah bidang riset yang diambil. Banyak akademisi mempertanyakan bagaimana lulusan Pendidikan Matematika bisa memproduksi riset di bidang biomedis.
“Sumpah bingung banget ini lulusan Matematika UNY tapi researchnya tentang biomedicine,” tulis akun @folananfusan.
Tak hanya itu, dugaan praktik fraud atau kecurangan yang dilakukan diduga sangat sistematis. Berdasarkan informasi yang dihimpun, para terduga pelaku disinyalir tidak melakukan penelitian secara langsung, melainkan menggunakan prompt Kecerdasan Buatan (AI) untuk menghasilkan data, analisis, hingga kesimpulan riset.
Di tengah gencarnya sorotan publik, salah satu akun yang diduga milik Rifaldy Fajar (@rifaldyfajar) mengunggah klarifikasi. Ia meminta agar publik tidak melakukan serangan personal terkait isu ini.
“..Kami mohon kepada semua pihak untuk dapat menyikapi persoalan ini dengan lebih bijak, tidak melakukan serangan personal, dan tidak menggiring kebencian yang dapat merugikan pihak lain secara mental maupun privasi”, tulis Rifaldy.
Namun, unggahan tersebut justru menuai reaksi keras dari netizen yang menilai narasi tersebut sebagai upaya mengalihkan isu.
“Mas kalau kamu nggak salah, mentalnya nggak usah kenapa-kenapa. Scientists boleh salah tapi tidak boleh bohong..”, ungkap akun @ifasaan.
Senada dengan itu, akun @wahyu_triadmajani juga meluapkan kekesalannya.
“Halo mas Rifaldy Fajar. Don’t play victim, please. Ini namanya mengalihkan isu dari yang pencemaran nama baik ilmuwan Indonesia di level internasional ke arah doxing. Gimana bentuk tanggung jawabnya, Mas? Termasuk si Mbak Prihantini. How dare you!”
Ancam Kredibilitas Peneliti Indonesia
Skandal ini bukan sekadar masalah personal, namun telah memicu kekhawatiran luas di kalangan akademisi Indonesia. Publik takut bahwa kasus ini akan menciptakan sentimen negatif dan ketidakpercayaan dari dunia akademik internasional terhadap karya-karya peneliti Indonesia di masa depan.
Kekecewaan netizen semakin memuncak lantaran para terduga pelaku dikabarkan telah berulang kali memperoleh research grant (dana hibah riset) dengan skema yang diduga melanggar etika akademik.
“Mas kita susah-susah bikin penelitian, nulis paper, bikin abstrak, kok bisa tiba-tiba situ ngebohingin international conference berkali-kali tanpa ngerasa bersalah, sekali diserang netizen langsung kena mental? Gak ada mental rasa bersalah kah mas pas bikin penelitian palsu pake AI dan ngejatuhin nama Indonesian researcher lain?” tulis akun @afisabila.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kemendiktisaintek maupun otoritas Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan pelanggaran etika akademik yang mencatut nama almamater mereka ini. Publik kini menanti langkah tegas dari pihak berwenang guna menjaga marwah ilmu pengetahuan di Indonesia.
