ISLAM LIVE — Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Tawfiq Al-Rabiah, menegaskan bahwa persiapan penyelenggaraan haji tahun berikutnya sudah dimulai bahkan sebelum musim haji yang sedang berlangsung berakhir. Langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi terpadu antara berbagai lembaga pemerintah, kantor urusan haji, dan penyedia layanan demi meningkatkan kualitas pelayanan dan kesiapan operasional jemaah.
Pernyataan itu disampaikan Al-Rabiah saat menghadiri diskusi dalam Forum Kesehatan dan Keselamatan Haji edisi ketiga yang diselenggarakan Direktorat Layanan Medis Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi.
Menurut Al-Rabiah, persiapan musim haji mendatang akan langsung dimulai pada 12 Dzulhijjah melalui serangkaian pertemuan bersama kepala kantor urusan haji dan perusahaan penyedia layanan jemaah.
“Pada tahap itu, peta kerja lengkap untuk musim haji berikutnya langsung disusun bahkan sebelum musim haji saat ini selesai,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa sejak musim lalu, Kementerian Haji dan Umrah telah menyiapkan rencana rinci dengan jadwal terukur bersama 78 negara guna memastikan seluruh operasional berjalan lancar. Persiapan tersebut mencakup layanan di kawasan masyair, akomodasi di Makkah dan Madinah, transportasi, konsumsi, hingga layanan penerbangan.
Al-Rabiah juga mengungkapkan bahwa pemerintah Saudi secara rutin menggelar pertemuan daring dengan kantor urusan haji dari berbagai negara untuk memantau kesiapan serta perkembangan pelaksanaan rencana operasional.
Di sela penyelenggaraan Simposium Haji Akbar ke-50 di Jeddah, Al-Rabiah turut menggelar pertemuan berkala bersama 78 pejabat dan pimpinan kantor urusan haji dari negara-negara Islam maupun negara dengan komunitas Muslim.
Dalam pertemuan tersebut, ia memuji kerja sama seluruh kantor urusan haji dan menekankan pentingnya perencanaan sejak dini serta kepatuhan terhadap aturan guna meningkatkan kesiapan sistem haji dan kualitas layanan bagi jemaah.
Selain membahas kesiapan musim haji 2027, forum tersebut juga menyoroti pentingnya disiplin terhadap skema transportasi dan pengaturan pergerakan jemaah di kawasan suci.
Al-Rabiah mengingatkan agar jemaah tidak melakukan perjalanan berjalan kaki secara berkelompok tanpa pengaturan di kawasan masyair karena dapat memengaruhi keselamatan dan kelancaran arus jemaah.
Ia juga mengimbau jemaah untuk tetap berada di dalam tenda di Arafah selama waktu cuaca terik, yakni pukul 10.00 hingga 16.00 waktu setempat, demi menghindari risiko suhu panas ekstrem.
Pertemuan tersebut sekaligus membahas kesiapan sistem haji untuk musim 2027, termasuk berbagai inisiatif layanan dan penguatan koordinasi dengan misi haji dari berbagai negara demi menghadirkan penyelenggaraan haji yang semakin aman, tertata, dan efisien.
