ISLAM LIVE – Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Imam Ja’far ash-Shadiq a.s., disebutkan bahwa Luqman berkata kepada putranya: Jika engkau bepergian bersama suatu kelompok, perbanyaklah bermusyawarah dengan mereka mengenai urusanmu dan urusan mereka. Tersenyumlah (dan bermuka manislah) saat berinteraksi dengan mereka. Bermurah hatilah dan berbagilah dengan mereka dari perbekalan yang engkau bawa.
Jika mereka mengundangmu, penuhilah. Jika mereka meminta bantuanmu, tolonglah mereka.
Perbanyaklah diam dan perbanyaklah salat. Jadilah orang yang sangat dermawan dengan apa yang engkau miliki, baik berupa kendaraan, harta, maupun perbekalan.
Jika engkau diminta memberikan kesaksian demi suatu kebenaran, maka bersaksilah. Jika engkau dimintai pendapat (musyawarah), jawablah mereka dengan penuh ketelitian dan kehati-hatian. Janganlah mengambil keputusan sebelum engkau memikirkannya dan segala sesuatunya menjadi jelas bagimu.
Jangan terburu-buru memberikan pendapat kepada orang lain, melainkan engkau telah menggunakan pikiranmu terkait masalah tersebut saat sedang berdiri, duduk, makan, dan sebagainya.
Sesungguhnya, barang siapa yang tidak memberikan nasihat yang baik kepada orang yang meminta musyawarah kepadanya, maka Allah akan mencabut kemampuan berpikir dan kebijaksanaannya, serta melepaskan (pakaian) amanah darinya.
Jika engkau melihat teman-teman seperjalananmu bergerak (berangkat), maka bergeraklah bersama mereka.
Jika engkau melihat mereka bekerja, bekerjalah bersama mereka. Jika mereka memberikan sedekah atau pinjaman kepada seseorang, ikutlah berikan bantuanmu kepada mereka. Dan patuhilah (dengarkanlah kata-kata) orang yang lebih tua darimu.
Jika teman-teman seperjalananmu memerintahkanmu melakukan sesuatu atau menanyakan sesuatu kepadamu, katakanlah ‘Iya’ kepada mereka dan jangan katakan ‘Tidak’; karena mengatakan ‘tidak’ (dalam hal kebaikan dan kerja sama) adalah sebuah aib dan kekurangan.
Jika kalian kebingungan di jalan, turunlah dari kendaraan kalian. Dan apabila kalian merasa ragu, berhentilah dan bermusyawarahlah…
Wahai putraku, apabila waktu salat telah tiba, janganlah menunda salat karena alasan apa pun. Kerjakanlah salat dan bebaskan dirimu dari utang (kewajiban) yang ada di pundakmu ini. Laksanakanlah salat secara berjemaah, meskipun di atas ujung tombak.
Jika kalian hendak singgah di suatu tempat, turunlah di tempat yang pemandangannya indah, tanahnya lembut, dan rerumputannya banyak.
Ketika engkau telah turun (singgah), sebelum engkau duduk, kerjakanlah salat dua rakaat.
Jika engkau perlu buang hajat, menjauhlah dari tempat itu. Dan ketika engkau hendak melanjutkan perjalanan (berangkat lagi), kerjakanlah salat dua rakaat, ucapkanlah selamat tinggal pada tanah tempatmu singgah tadi, dan sampaikanlah salam sejahtera kepada tanah itu beserta penduduknya; karena setiap tanah memiliki penghuni dari kalangan malaikat.
Jika memungkinkan, janganlah makan makanan kecuali engkau telah menginfakkan (menyedekahkan) sebagian dari makanan itu terlebih dahulu.
Selama engkau berada di atas kendaraan, hendaknya engkau bertilawah (membaca) Al-Qur’an. Selama engkau sibuk bekerja, hendaknya engkau bertasbih mengingat Allah. Dan kapan pun engkau sedang tidak ada pekerjaan (senggang), hendaknya engkau berdoa…”
(1) – Kiasan untuk tempat yang sangat sempit atau kondisi yang sulit.
46 – Pemandu bagi Orang yang Tersesat
Imam ash-Shadiq a.s. berkata: “Jika engkau tersesat di jalan, berserulah (berteriaklah) dan katakan:
«يَا صَالِحُ أَوْ يَا أَبَا صَالِحٍ أَرْشِدُونَا إِلَى الطَّرِيقِ يَرْحَمُكُمُ اللَّهُ»
‘Yaa Shaalih aw yaa Abaa Shaalih, arsyiduunaa ilat-thariiq, yarhamukumullah’
(Wahai Shalih atau wahai Abu Shalih, tunjukkanlah jalan kepada kami, semoga Allah merahmati kalian).”
