ISLAM LIVE – Rusia menuduh Ukraina melancarkan serangan drone terhadap sebuah kawasan kamp liburan di wilayah Zaporizhzhia yang dikuasai Rusia.
Sedikitnya 12 orang tewas, termasuk lima anak-anak, sementara 19 lainnya mengalami luka-luka dalam serangan yang terjadi pada Jumat (25/7/2026) malam. Serangan menyasar kawasan resor Kyrylivka di pesisir Laut Azov, dekat kota Melitopol.
“Musuh melihat dan memahami siapa yang menjadi sasarannya,” kata Gubernur Zaporizhzhia, Yevgeny Balitsky.
Ia menambahkan tim penyelamat telah mengevakuasi dua korban selamat, termasuk seorang anak, serta menyelesaikan operasi pencarian di lokasi. Ia juga mengecam pihak Ukraina sengaja menyerang warga sipil dan menyatakan bahwa serangan tersebut mengabaikan norma kemanusiaan. Namun hingga berita ini ditulis, pemerintah Ukraina belum memberikan tanggapan atas tuduhan tersebut.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova juga mengecam serangan tersebut. Ia menyebut drone Ukraina menyerang warga yang sedang berada di kamp liburan dan menggambarkannya sebagai tindakan yang tidak berperikemanusiaan. Rusia turut mengaitkan insiden ini dengan serangan lain di wilayah Kirov yang sebelumnya menewaskan enam orang.
Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah bangunan rusak, kendaraan hangus terbakar, serta puing-puing yang berserakan di sekitar kolam renang kompleks wisata tersebut. Reuters menyatakan telah memverifikasi lokasi video tersebut, namun tidak dapat memverifikasi secara independen pihak yang bertanggung jawab atas serangan.
Komite Investigasi Rusia telah membuka penyelidikan dengan dugaan tindak terorisme terkait insiden tersebut. Di sisi lain, baik Rusia maupun Ukraina selama ini sama-sama membantah sengaja menargetkan warga sipil dalam perang yang berlangsung sejak invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada Februari 2022.
