ISLAM LIVE – Dugaan keterlibatan Rusia dalam membantu Iran melancarkan serangan terhadap fasilitas Amerika Serikat di kawasan Teluk dinilai masuk akal oleh sejumlah pengamat.
Penilaian tersebut muncul setelah laporan Reuters menyebut intelijen Amerika Serikat sedang menyelidiki kemungkinan Rusia membantu Iran melalui penyediaan informasi penargetan maupun teknologi drone dalam serangan terhadap fasilitas CIA di kawasan Teluk. Meski hingga kini belum ada kesimpulan resmi, efektivitas dan presisi serangan menjadi salah satu alasan yang sedang ditelusuri penyelidik.
“Ini memang sudah diduga karena banyak serangan yang dilakukan Iran jauh lebih canggih daripada yang pernah mereka lakukan sebelumnya,” kata Nicole Grajewski, asisten profesor di Centre for International Research, Sciences Po, Paris, kepada Al Jazeera pada 23/07/26.
Menurut Grajewski, Iran memiliki kemampuan antariksa yang lebih terbatas dibandingkan Rusia sehingga kerja sama kedua negara dalam aspek teknologi dinilai sebagai kemungkinan yang realistis. Namun, ia juga mengingatkan bahwa Iran memiliki jaringan intelijen manusia yang telah lama beroperasi di kawasan dan tidak boleh diabaikan dalam menjelaskan kemampuan negara tersebut menentukan sasaran serangan.
Hubungan pertahanan Rusia dan Iran sendiri semakin erat dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah kedua negara memperdalam kerja sama militer di tengah perang Ukraina dan berbagai sanksi Barat.
Laporan juga menyebut Rusia diduga membantu meningkatkan akurasi drone Shahed-136 milik Iran melalui sistem navigasi antijamming Kometa-M, meski tuduhan tersebut telah dibantah oleh Kremlin.
