ISLAM LIVE – Badan Riset dan Inovasi Nasional mengajak generasi muda Indonesia menekuni bidang nuklir dan ilmu antariksa. Ajakan itu disampaikan dalam Science Festival Indonesia 2026 yang digelar bersama Rosatom Rusia di Graha Widya Bakti, Puspiptek, Tangerang Selatan.
“Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada pelajar dan mahasiswa mengenai manfaat teknologi nuklir dalam berbagai bidang kehidupan,” kata Amarulla Octavian, Wakil Kepala BRIN, di Graha Widya Bakti, Puspiptek, Tangerang Selatan, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.200 siswa SMA serta mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Menurut Amarulla, edukasi ini dilakukan untuk mengurangi anggapan negatif masyarakat terhadap teknologi nuklir.
Ia menilai teknologi nuklir merupakan bagian penting dari kebutuhan masa depan. Karena itu, pemahaman sejak dini dinilai perlu diberikan kepada pelajar dan mahasiswa.
Dalam kesempatan itu, Amarulla mengajak generasi muda yang memiliki kemampuan akademik tinggi, tubuh sehat dan kuat, serta semangat belajar untuk menekuni bidang nuklir dan ilmu antariksa.
Ia menyebutkan sejumlah negara telah mempersiapkan program kehidupan manusia di Bulan dan Mars. Indonesia juga perlu menyiapkan anak-anak muda yang mampu berkontribusi dalam pengembangan teknologi tersebut.
BRIN berkomitmen mendorong dan membiayai generasi muda yang berminat menjadi ahli nuklir dan peneliti antariksa. Menurut Amarulla, anak-anak dari daerah terpencil juga memiliki kesempatan menjadi ilmuwan apabila memperoleh pendidikan dan dukungan memadai.
Ia berharap generasi muda tidak hanya menguasai teknologi nuklir, tetapi juga memahami ilmu pengetahuan dan teknologi ruang angkasa. Kegiatan ini menjadi bagian dari kerja sama Indonesia dan Rusia dalam pengembangan teknologi nuklir serta sumber daya manusia.
Melalui Science Festival Indonesia 2026, BRIN berharap semakin banyak pelajar dan mahasiswa tertarik mempelajari sains, teknologi nuklir, dan antariksa secara damai. Langkah itu diarahkan mendukung kebutuhan masa depan dan penguatan sumber daya manusia Indonesia.
