Menhaj: Bekerja Ikhlas dan Jadikan Kemenhaj sebagai Rumah untuk Ibadah

1 views
Ka'bah, Makkah, Arab Saudi

ISLAM LIVE – Melayani jemaah haji tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis dan profesionalitas, tetapi juga ketulusan dalam menjalankan tugas. Dalam perspektif Islam, pelayanan yang dilakukan dengan ikhlas dapat menjadi bagian dari pengabdian ketika diarahkan untuk memberikan manfaat dan membantu jemaah menjalankan ibadah.

Pesan tentang keikhlasan dalam bekerja disampaikan Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf saat melantik 174 pejabat Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) di Jakarta, Rabu (23/9/2026). Ia mengajak jajaran Kemenhaj memandang tugas yang dijalankan bukan hanya sebagai pekerjaan administratif, tetapi juga sebagai bagian dari pengabdian.

“Syukuri apa yang ada di tangan kita. Bekerja dengan ikhlas dan jadikan Kementerian Haji dan Umrah sebagai rumah untuk ibadah,” ujar Gus Irfan Yusuf.

Baca Juga:  Nilai Manfaat Dana Haji Tetap Optimal Meski di Tengah Tekanan Geopolik

Dalam Islam, keikhlasan berkaitan dengan orientasi seseorang dalam melakukan amal. Pekerjaan yang dilakukan bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi, tetapi diarahkan kepada kebaikan dan kemanfaatan. Dalam konteks pelayanan haji, orientasi tersebut dapat tercermin melalui kesungguhan membantu jemaah, memberikan pelayanan secara adil, serta menjalankan tugas sesuai tanggung jawab.

Nilai tersebut juga berkaitan dengan prinsip ihsan. Al-Qur’an memerintahkan manusia untuk berbuat ihsan, di antaranya dalam QS. An-Nahl [16]:90 yang memerintahkan keadilan dan ihsan. Prinsip ini dapat menjadi landasan etis bahwa pelayanan kepada jemaah tidak cukup hanya memenuhi prosedur, tetapi juga perlu dilakukan dengan sikap yang baik dan sungguh-sungguh.

Pelayanan yang berorientasi pada ihsan juga menuntut aparatur menghindari penyalahgunaan kewenangan dan konflik kepentingan. Dalam arahannya, Menhaj mengingatkan jajaran Kemenhaj agar tidak menyalahgunakan wewenang serta memastikan setiap pelanggaran diproses sesuai ketentuan.

Baca Juga:  Menhaj Tegaskan Haji Nonkuota Harus Jelas Visa dan Penanggung Jawabnya

Dengan demikian, keikhlasan dalam pelayanan tidak berarti mengesampingkan profesionalitas. Sebaliknya, ketulusan perlu berjalan bersama kompetensi, disiplin, integritas, dan tanggung jawab agar pelayanan kepada jemaah benar-benar memberikan manfaat.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA