ISLAM LIVE – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Lampung memperkuat materi pembinaan jemaah sebagai bagian dari persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2027. Pembinaan diarahkan tidak hanya pada pemahaman fikih dan tata cara ibadah, tetapi juga pada kesiapan menghadapi kondisi perjalanan serta aspek psikososial jemaah.
Penguatan tersebut dilakukan melalui kegiatan Pembinaan dan Peningkatan Kualitas Layanan KBIHU di Asrama Haji Provinsi Lampung, Senin (10/8/2026). Kegiatan menghadirkan H. Noventa Yudiar, M.Sc., C.A.H. untuk memberikan materi mengenai penguatan fikih dan manasik haji serta Nugroho Arief Setiawan, M.Psi., yang menyampaikan materi dukungan psikososial bagi jemaah haji.
“Orientasi utama kita adalah jemaah. Semua proses pembinaan dan pelayanan harus bermuara pada bagaimana jemaah dapat melaksanakan ibadah dengan aman, nyaman, tertib, mandiri, dan memperoleh bimbingan yang benar,” tegas Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj, Puji Raharjo.
Dalam pembinaan manasik, jemaah didorong memperoleh pemahaman yang lebih praktis mengenai situasi yang akan dihadapi selama perjalanan haji. Materi tidak hanya berkaitan dengan tata cara ibadah, tetapi juga mencakup mobilitas, pengelolaan waktu, menjaga kesehatan, kedisiplinan, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan dan budaya yang berbeda.
Pendekatan tersebut dinilai penting agar pembinaan manasik tidak berhenti pada teori. Jemaah perlu memiliki gambaran mengenai kondisi nyata yang mungkin dihadapi selama berada di Tanah Suci sehingga lebih siap menjalankan rangkaian ibadah secara tertib dan mandiri.
Sementara itu, dukungan psikososial menjadi bagian lain yang diperkuat dalam pembinaan. Perjalanan haji membutuhkan kesiapan mental, kemampuan beradaptasi, pengendalian emosi, serta kemampuan menghadapi situasi yang berbeda dari kehidupan sehari-hari.
Materi psikososial yang diberikan dalam kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan pembimbing dalam memahami kondisi mental dan sosial jemaah. Dengan demikian, pendampingan yang diberikan diharapkan dapat lebih responsif terhadap berbagai situasi yang dihadapi jemaah selama proses perjalanan dan pelaksanaan ibadah.
