ISLAM LIVE – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Lampung akan memetakan potensi produk unggulan daerah yang dapat dikembangkan untuk mendukung ekosistem ekonomi haji dan umrah. Langkah tersebut menjadi tindak lanjut atas pengembangan ekosistem ekonomi haji yang didorong Kementerian Haji dan Umrah di tingkat nasional.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Lampung, H.M. Ansori, menyampaikan rencana tersebut setelah mengikuti Rapat Koordinasi dan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah di Surabaya pada 6–8 Agustus 2026. Forum tersebut diikuti seluruh Kanwil Kementerian Haji dan Umrah se-Indonesia untuk membahas strategi pengembangan ekosistem ekonomi haji.
“Kami akan menindaklanjuti hasil Rakor dan FGD ini dengan melakukan pemetaan potensi di Provinsi Lampung. Harapannya, Lampung tidak hanya menjadi daerah penyelenggara pelayanan haji yang baik, tetapi juga mampu berkontribusi sebagai salah satu penggerak ekosistem ekonomi haji nasional melalui produk-produk unggulan yang berkualitas dan bernilai tambah,” ungkap Ansori.
Menurut Ansori, Provinsi Lampung memiliki beragam komoditas unggulan serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berpotensi dikembangkan untuk mendukung kebutuhan penyelenggaraan haji dan umrah. Pemetaan diperlukan untuk mengetahui potensi yang memiliki daya saing serta peluang untuk dikembangkan lebih lanjut.
Ia menilai pengembangan produk daerah membutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk lokal sekaligus memperluas peluang keterlibatan pelaku usaha Lampung dalam ekosistem ekonomi haji.
Ansori mengatakan pengembangan ekosistem ekonomi haji dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. Menurutnya, penyelenggaraan haji memiliki efek berganda terhadap perekonomian sehingga potensi daerah perlu dikelola secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Rakor dan FGD nasional tersebut membahas berbagai agenda, antara lain pemberdayaan UMKM, penguatan jejaring usaha, inovasi produk daerah, serta penyusunan rekomendasi kebijakan untuk mendukung pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah di daerah.
