ISLAM LIVE – Menteri Dalam Negeri Indonesia Muhammad Tito Karnavian memperingatkan potensi dampak eskalasi serangan kelompok Houthi di Yaman terhadap Arab Saudi terhadap produksi dan distribusi minyak. Kekhawatiran ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan kenaikan harga energi global.
Tito menyebut serangan Houthi terhadap Arab Saudi, termasuk Bandara Riyadh, telah meningkatkan ketegangan kawasan. Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap keamanan pasokan minyak dan kemungkinan dampaknya terhadap harga energi.
Tito menilai perkembangan geopolitik di Timur Tengah berlangsung dinamis sehingga perlu disikapi dengan hati-hati. Menurutnya, situasi tersebut menjadi perhatian bagi pemerintah Indonesia yang juga menghadapi tekanan ekonomi untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi.
Berdasarkan data yang dikutip dalam laporan tersebut, inflasi tahunan Indonesia mencapai 3,28 persen pada September, meningkat dari 3,19 persen pada Agustus. Angka itu mendekati batas atas sasaran inflasi pemerintah sebesar 3,5 persen.
Tito menekankan perlunya memperkuat upaya pengendalian inflasi, baik di tingkat pemerintah pusat maupun daerah. Langkah tersebut diperlukan untuk mencegah inflasi melampaui batas sasaran yang ditetapkan pemerintah.
Ia juga memperingatkan bahwa kenaikan harga kebutuhan pokok dapat menimbulkan dampak lebih besar bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Karena itu, stabilitas harga menjadi perhatian penting di tengah ketidakpastian ekonomi dan meningkatnya ketegangan geopolitik.
Meski demikian, laporan tersebut menyoroti potensi risiko terhadap pasokan dan harga minyak, bukan memastikan bahwa serangan Houthi telah menyebabkan kenaikan inflasi Indonesia. Perkembangan konflik di Timur Tengah tetap menjadi salah satu faktor yang perlu dicermati pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
