ISLAM LIVE – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak gentar menghadapi tekanan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait kemungkinan penurunan status pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. Pernyataan itu disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 21/10/2026.
“Dia (MSCI) mau takut-takuti kita. Saya hanya katakan kepada MSCI, bangsa Indonesia tidak takut siapapun dan tidak akan gentar,” kata Prabowo.
MSCI sebelumnya membuka konsultasi mengenai kemungkinan reklasifikasi pasar saham Indonesia. Persoalan yang disorot mencakup transparansi struktur kepemilikan saham, konsentrasi kepemilikan, dan dugaan perdagangan terkoordinasi. Konsultasi dijadwalkan berlangsung hingga 30 April 2027, dengan keputusan final paling lambat 30 Juni 2027, berdasarkan bahan yang tersedia.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) disebut menyiapkan langkah perbaikan, termasuk peningkatan keterbukaan kepemilikan saham di atas 1 persen dan peta jalan pemenuhan batas minimal free float 15 persen.
Tantangan utama pemerintah adalah membuktikan bahwa langkah tersebut mampu memperkuat transparansi dan penegakan hukum. Perbaikan tata kelola menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.
