ISLAM LIVE – Sebanyak 658 peserta didik baru madrasah ibtidaiyah (MI) dan madrasah tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, mulai menerima bantuan pendidikan melalui Kartu Penajam Cerdas. Bantuan tersebut diberikan kepada peserta didik baru di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) dengan total dana Rp394,8 juta.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara Hendro Susilo mengatakan, penambahan penerima manfaat dilakukan agar bantuan dirasakan lebih merata oleh peserta didik. “Pemerintah kabupaten tahun ini menambah penerima manfaat Kartu Penajam Cerdas agar dirasakan lebih merata oleh peserta didik,” ujarnya, Selasa (20/10/2026).
Penambahan penerima manfaat bantuan pendidikan tersebut kepada peserta didik baru MI dan MTs di bawah kewenangan Kemenag karena sebelumnya belum masuk skema penerima manfaat Kartu Penajam Cerdas. Program ini mulai dilaksanakan pada tahun 2025 dengan penerima manfaat peserta didik baru, yakni murid kelas satu sekolah dasar (SD) dan kelas satu sekolah menengah pertama (SMP) di bawah naungan Dinas Dikpora Kabupaten Penajam Paser Utara.
Dana Kartu Penajam Cerdas telah disiapkan berdasarkan data 3.248 peserta didik baru SD negeri dan swasta yang tercatat sebagai penerima manfaat dengan dana lebih kurang Rp1,9 miliar. Kemudian 2.637 peserta didik baru SMP negeri dan swasta dengan dana sekitar Rp1,5 miliar. “Persiapan administrasi, termasuk pencetakan dan distribusi Kartu Penajam Cerdas kepada penerima bantuan dalam tahap akhir penyelesaian,” jelasnya.
Bantuan pendidikan tersebut untuk memenuhi kebutuhan sekolah, seperti pembelian seragam dan alat perlengkapan belajar, sehingga dapat meringankan beban ekonomi orang tua. Harapannya, tidak ada lagi anak usia sekolah yang tidak menempuh pendidikan karena terkendala biaya.
Kartu Penajam Cerdas berisi saldo Rp600 ribu yang transfer langsung ke rekening penerima manfaat bekerja sama dengan Bankaltimtara, kata Hendro Susilo. Dengan adanya perluasan penerima manfaat ini, pemerintah daerah berupaya memastikan bantuan pendidikan menjangkau lebih banyak peserta didik, termasuk mereka yang belajar di madrasah. Program ini diharapkan dapat mendukung memenuhi kebutuhan sekolah sekaligus mengurangi beban ekonomi keluarga, sehingga anak usia sekolah dapat terus menempuh pendidikan tanpa terkendala biaya.
