ISLAM LIVE – Pemerintah mendorong transformasi ekonomi digital untuk memperkuat produktivitas, perdagangan, investasi, inklusi, dan daya saing nasional setelah rangkaian FEKDI x IFSE 2026 berakhir pada Sabtu 26 September 2026.
Analis Kebijakan Ahli Utama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Rizal Edwin menegaskan pentingnya memastikan digitalisasi menghasilkan manfaat ekonomi nyata.
“Kita tidak lagi hanya berbicara tentang digitalisasi transaksi, tetapi juga tentang bagaimana konektivitas digital dapat menjadi penggerak produktivitas, perdagangan, investasi, inklusi dan daya saing ekonomi Indonesia,” ujar Rizal Edwin di Jakarta, (26/09/2026).
Hingga Juni 2026, QRIS mencatat 65,77 juta pengguna dan 44,86 juta merchant, dengan 96,68 persen di antaranya UMKM. Pada Semester I-2026, transaksi QRIS mencapai 12,55 miliar dengan nilai sekitar Rp1,12 kuadriliun.
Transformasi ekonomi digital juga diperluas melalui QRIS Antarnegara yang telah mencakup Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.
Rizal menekankan keberlanjutan kolaborasi setelah FEKDI dan IFSE 2026.
“Karena itu, saya berharap FEKDI dan IFSE 2026 tidak berhenti sebagai forum untuk bertukar gagasan. Apa yang kita bahas di sini harus dilanjutkan dalam bentuk kolaborasi, inovasi yang diterapkan dan konektivitas yang benar-benar menciptakan nilai tambah bagi perekonomian,” jelas Rizal Edwin.
