ISLAM LIVE – Memasuki satu tahun perjalanan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, Kantor Wilayah Kemenhaj Provinsi Sumatera Barat mencatat delapan capaian dalam upaya membenahi pelayanan haji di daerah tersebut.
Kepala Kanwil Kemenhaj Sumatera Barat, M. Rifki, mengatakan tahun pertama menjadi fase awal untuk membangun kelembagaan sekaligus memperkuat pelayanan kepada jemaah.
“Dalam usia satu tahun, tentu masih banyak yang harus kita benahi. Namun, kami terus berupaya menghadirkan perubahan dan memperkuat pelayanan kepada jemaah,” ujar Rifki di Padang, Selasa (8/9/2026).
Salah satu pembenahan dilakukan melalui penguatan layanan pengaduan jemaah menggunakan kanal WhatsApp yang diresmikan bersama Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Barat. Kanal tersebut menjadi ruang bagi jemaah untuk menyampaikan persoalan sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi Kemenhaj Sumbar.
Pembenahan juga dilakukan pada aspek ketepatan waktu penerbangan jemaah dari Embarkasi Padang menuju Tanah Suci melalui koordinasi dengan Garuda Indonesia. Selain itu, Kemenhaj Sumbar mencatat penyerapan kuota haji mencapai 100 persen. Kuota dasar sebanyak 3.928 jemaah bertambah menjadi 3.959 jemaah melalui pemanfaatan kuota cadangan, dengan tingkat pelunasan biaya haji mencapai 107 persen.
Capaian lainnya berupa pemberian piagam penghargaan kepada seluruh petugas kloter dan jemaah haji serta pemberian pin keluarga haji kepada seluruh jemaah asal Sumatera Barat. Menurut Rifki, pin tersebut menjadi penanda terbentuknya keluarga haji sekaligus upaya menjaga silaturahmi setelah jemaah kembali ke Tanah Air.
Kemenhaj Sumbar juga memberikan penghargaan kepada bupati dan wali kota serta pihak profesional yang mendukung penyelenggaraan haji. Rifki menilai kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan kepada jemaah.
Dalam aspek dokumentasi, Kemenhaj Sumbar menerbitkan majalah Jejak Mabrur yang merangkum perjalanan dan rangkaian penyelenggaraan ibadah haji Sumatera Barat. Dokumentasi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga rekam perjalanan haji sekaligus bahan pembelajaran untuk penyelenggaraan berikutnya.
Capaian kedelapan sekaligus menjadi salah satu program yang menyasar generasi mendatang, yakni Spirit Haji Muda. Program yang dikembangkan bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, pemerintah kabupaten dan kota, BPS BIPIH, serta KDEKS Sumbar tersebut mendorong generasi muda mempersiapkan perjalanan haji sejak dini melalui pengetahuan, pengelolaan keuangan, kesehatan, serta kesiapan mental dan spiritual.
