ISLAM LIVE – Kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, memunculkan kekhawatiran serius setelah seorang siswi dilaporkan mengalami gangguan ingatan hingga kesulitan berbicara. Febiona Br Purba (16), siswa SMK Swasta Bersama Berastagi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua OSIS, harus menjalani perawatan intensif di RSUP H Adam Malik Medan .
“Lupa dia, misalnya bibinya kalau datang, ini siapa katanya. Kami kasih tahu lah, ini Bibi. Adik-adiknya juga gitu (gak ingat). Kawan-kawannya (di sekolah) datang pun gak kenal,” ujar Elvinus Lusiana br Sitanggang, ibu Febiona, di Medan, Selasa (8/9/2026) .
Febiona mengalami gejala keracunan setelah menyantap hidangan MBG pada 13 Agustus 2026, berupa pusing, muntah, kehilangan kesadaran, hingga kejang . Kondisinya kian memburuk dalam beberapa pekan berikutnya hingga mengalami penurunan daya ingat dan kesulitan berbicara karena lidahnya tampak masuk ke dalam .
Total terdapat sekitar 353 murid yang diduga keracunan MBG di Kabupaten Karo, berasal dari SMAN 1 Berastagi, SMA Swasta Bersama, SMK Swasta Bersama, SMP Negeri 3 Kabanjahe, dan SMP Swasta Bersama . MBG yang dikonsumsi berasal dari SPPG Karo Berastagi Sempajaya yang dikelola oleh Yayasan Manunggal Kartika Jaya milik Kodim 0205/Tanah Karo .
Kepala BGN Sudaryono menyatakan keracunan disebabkan oleh kelalaian dalam pengolahan serta penyimpanan bahan makanan dan kontaminasi bakteri . SPPG tersebut kini telah ditutup sementara oleh BGN dan kepala SPPG-nya dicopot dari jabatan .
Keluarga korban menyatakan masih mendukung program MBG, tetapi meminta pelaksanaannya lebih bertanggung jawab. “Saya dukung program ini, tetapi tolong dijalankan dengan baik dan bertanggung jawab,” ujar Icu, ibu Febiona, seraya menyampaikan harapan agar program MBG ditutup .
