ISLAM LIVE – Kembalinya 45 santri korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) ke rumah sakit memicu evaluasi menyeluruh dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terhadap penyelenggaraan program. Kasus ini merupakan kejadian ketiga yang diduga berkaitan dengan MBG di Sidoarjo, dengan peristiwa terbesar menimpa lebih dari 800 santri dan siswa di Ponpes Mambaul Hikam pekan lalu .
“Mereka mengeluhkan gejala yang sama, yakni mual, muntah hingga lemas,” ujar Rizqi Maulana, Humas RSUD RT Notopuro, di Sidoarjo, Rabu (9/9/2026) .
Badan Gizi Nasional (BGN) sebelumnya telah menyatakan bahwa insiden keracunan massal pada 1 September 2026 dipicu oleh pelanggaran prosedur keamanan pangan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah . Kepala BGN Sudaryono menginstruksikan seluruh SPPG untuk mewajibkan pelabelan waktu konsumsi pada setiap kemasan makanan tanpa terkecuali .
Kondisi kambuh yang dialami para santri menunjukkan bahwa pemulihan korban tidak berhenti pada penanganan medis awal. Plt Sekda Sidoarjo Mohammad Ainur Rahman menyebut faktor ketidakpatuhan mengonsumsi obat dan daya tahan tubuh menjadi penyebab utama gejala kembali muncul . Para orang tua, seperti Shofa (40) wali santri Aisyah Nurin (13), mengaku terkejut saat putrinya kembali dilarikan ke rumah sakit pada tengah malam .
Pemkab Sidoarjo kini mengevaluasi operasional SPPG dan sistem pendampingan pasca-perawatan . Pihak pesantren telah menghentikan pembagian menu MBG sejak kejadian pertama, namun keluhan susulan tetap muncul . Penyelidikan terkait penyebab medis pasti masih berlangsung, sementara pemulihan fisik dan psikologis para santri menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
