ISLAM LIVE – PPIH Embarkasi Medan memulangkan dua calon haji asal Sumatera Utara karena mengalami gangguan kesehatan mental. Keputusan itu diambil setelah tim kesehatan menemukan kondisi yang dinilai berisiko bagi keselamatan penerbangan dan kenyamanan jamaah lain.
Ketua PPIH Medan Zulkifli Sitorus mengatakan kedua calon haji berasal dari Tapanuli Selatan dan Tanjung Balai.
Pemeriksaan akhir kesehatan menjadi penentu utama sebelum jamaah dinyatakan layak berangkat menuju Tanah Suci.
“Kedua calon haji itu mengalami gangguan saat pemeriksaan akhir kesehatan,” ujarnya, Rabu 6 Mei 2026.
Menurut Zulkifli, tim kesehatan embarkasi menemukan satu calon jamaah mengalami dimensia. Sementara satu jamaah lain diketahui mengalami gangguan mental yang berpotensi mengganggu proses perjalanan ibadah haji.
Selain pemeriksaan kesehatan, seluruh jamaah juga menjalani tahapan administrasi seperti pembagian paspor, gelang identitas, hingga kartu Nusuk. Tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan jamaah sebelum keberangkatan.
“Ada satu mengalami dimensia dan satu lagi gangguan mental,” katanya.
PPIH Medan menilai keputusan pemulangan dilakukan demi menghindari gangguan selama penerbangan menuju Arab Saudi. Perjalanan dari Bandara Kualanamu menuju Madinah diketahui memakan waktu lebih dari delapan jam.
“Jika di pesawat, biasanya pilot meminta tidak dibawa terbang,” ucapnya.
Data PPIH Medan mencatat sebanyak 5.990 calon haji telah diberangkatkan sejak 22 April 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.947 jamaah sudah tiba di Tanah Suci untuk menjalani rangkaian ibadah haji tahun ini.
Sebanyak 2.043 calon haji lainnya masih menunggu jadwal keberangkatan di Indonesia. “Jika kesehatan membaik, tahun depan mereka bisa diberangkatkan,” tutup Zulkifli.*
