ISLAM LIVE – Kementerian Agama mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai modus penipuan berkedok pendaftaran haji dan umrah gratis yang beredar melalui tautan tidak resmi di internet.
Situs tersebut menggunakan identitas Kementerian Agama, termasuk logo dan foto Menteri Agama, serta meminta masyarakat mengisi data pribadi seperti nama, alamat, dan nomor Telegram. Namun, alamat situs yang digunakan bukan merupakan domain resmi pemerintah.
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, menegaskan informasi tersebut merupakan hoaks.
“Kemenag RI tidak pernah membuka pendaftaran haji gratis dengan syarat tertentu. Jika menemukan informasi serupa, abaikan dan laporkan,” kata Thobib.
Kemenag juga menjelaskan bahwa penyelenggaraan layanan haji dan umrah kini berada di bawah kewenangan Kementerian Haji dan Umrah. Karena itu, setiap informasi yang mengatasnamakan Kementerian Agama terkait pendaftaran haji maupun umrah, terlebih dengan iming-iming gratis, perlu diverifikasi terlebih dahulu.
Menurut Kemenag, penggunaan domain yang tidak resmi dan permintaan pengisian data pribadi merupakan salah satu ciri praktik phishing, yaitu upaya memperoleh informasi pribadi melalui situs yang menyerupai layanan resmi.
Masyarakat diimbau untuk selalu mengakses informasi melalui kanal resmi pemerintah serta menghindari pengisian data pribadi pada tautan yang tidak dapat dipastikan keasliannya.
