ISLAM LIVE – Masjid Attaqwa Pogot Surabaya meresmikan Perpustakaan Masjid Attaqwa sebagai upaya memperkuat budaya membaca sekaligus menghidupkan fungsi masjid sebagai pusat pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Kehadiran perpustakaan tersebut menjadi bagian dari pengembangan dakwah berbasis literasi yang diusung Muhammadiyah.
Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus Ketua Takmir Masjid Attaqwa Pogot Surabaya, Muchamad Arifin, mengatakan pendirian perpustakaan merupakan implementasi semangat Muhammadiyah Berkemajuan yang menempatkan dakwah, pendidikan, dan pengembangan ilmu pengetahuan sebagai fondasi membangun peradaban.
“Buku melatih cara berpikir yang mendalam, membangun karakter, memperluas wawasan, dan melahirkan kebijaksanaan. Karena itu, masjid harus menjadi rumah ilmu, tempat tumbuhnya budaya membaca dan belajar sepanjang hayat,” ujar Muchamad Arifin di Kantor Masjid Attaqwa Pogot Surabaya, Selasa (21/7).
Menurutnya, kualitas literasi masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam kemajuan sebuah bangsa. Karena itu, perpustakaan masjid diharapkan menjadi investasi jangka panjang untuk membentuk generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak.
“Muhammadiyah Berkemajuan bukan hanya berbicara tentang pembangunan fisik atau kemajuan teknologi. Yang lebih utama adalah membangun manusia yang mencintai ilmu pengetahuan. Masjid harus mampu melahirkan generasi pembelajar, generasi yang berpikir kritis, memiliki kepedulian sosial, dan siap memberikan solusi bagi persoalan umat dan bangsa,” tambahnya.
Ia menjelaskan, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki peran sebagai pusat transformasi sosial yang mendorong lahirnya masyarakat yang berpengetahuan dan berdaya.
Melalui kehadiran perpustakaan, Masjid Attaqwa Pogot berharap dapat membangun ekosistem literasi di tengah masyarakat serta mendorong budaya membaca sebagai bagian dari penguatan karakter umat di era digital.
