ISLAM LIVE – Bencana seperti gunung meletus gempa, banjir, dan longsor dapat menghadirkan kecemasan. Dalam kondisi demikian, Islam mengajarkan amalan saat bencana untuk umat agar tidak hanya menghadapi bencana dengan kesiapsiagaan, tetapi juga memperkuat ketenangan melalui doa, dzikir, dan kepedulian kepada sesama.
Allah berfirman, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28). Doa dan dzikir dapat menjadi pengingat bahwa manusia tidak menghadapi ketidakpastian seorang diri.
Rasulullah SAW juga mengajarkan doa perlindungan dari berbagai musibah. Dalam menghadapi angin kencang, misalnya, beliau memohon kebaikan dari angin tersebut sekaligus perlindungan dari keburukannya (HR. Muslim).
Selain berdoa, Islam mendorong umat untuk menolong mereka yang terdampak. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang melapangkan satu kesusahan dari seorang mukmin di dunia, maka Allah akan melapangkan satu kesusahan darinya di hari kiamat…” (HR. Muslim).
Karena itu, amalan saat bencana tidak berhenti pada ibadah pribadi. Membantu korban, berbagi kebutuhan, dan menenangkan mereka yang mengalami trauma juga menjadi bentuk nyata kepedulian.
Amalan saat bencana mengajarkan bahwa menghadapi musibah bukan hanya tentang ketakutan, tetapi juga tentang ketenangan, ketabahan, dan solidaritas.
