ISLAM LIVE – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mempercepat tiga program unggulan pada paruh kedua 2026. Langkah itu bertujuan memperkuat ekonomi nasional melalui ekonomi kerakyatan, pemerataan, dan kesejahteraan yang inklusif.
Percepatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto. Arahan itu disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/07/2026).
Dalam sidang itu, Presiden menegaskan pembangunan ekonomi harus berlandaskan Pasal 33 dan Pasal 34 UUD 1945.
Selain itu, Presiden menyoroti kebijakan ekspor melalui sistem single gateway. Kebijakan tersebut diharapkan meningkatkan transparansi ekspor dan mengoptimalkan devisa negara.
Pemerintah juga berharap sistem itu mendukung ekspor produk dari 21 subsektor ekonomi kreatif ke berbagai negara.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dan Wakil Menteri Irene Umar mempercepat tiga program unggulan. Program itu meliputi Aktivasi Desa Kreatif, Aktivasi Creative Hub, dan Creative by Indonesia.
Ketiga program tersebut akan diperkuat melalui fasilitasi pemerintah. Penguatan kapasitas kelembagaan di daerah juga terus dilakukan.
“Kementerian Ekonomi Kreatif tetap berkomitmen menghadirkan program yang mendorong kolaborasi, konsolidasi, dan akselerasi agar ekonomi kreatif terus tumbuh serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sebagai mesin pertumbuhan baru. Kami akan memaksimalkan setiap program untuk mengoptimalkan potensi kreativitas dan menghasilkan nilai tambah bagi ekosistem ekonomi kreatif Indonesia,” kata Teuku Riefky Arahan, dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/07/2026).
Data Badan Pusat Statistik (BPS) turut mendukung optimisme tersebut. Hingga Maret 2026, ekspor ekonomi kreatif menyumbang 11,8 persen dari total ekspor nonmigas Indonesia.
Pada periode yang sama, investasi sektor ekonomi kreatif mencapai Rp61,33 triliun.
Capaian tersebut memperkuat posisi ekonomi kreatif. Sektor ini menjadi salah satu penggerak lapangan kerja dan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB).
Menurut Teuku Riefky, keberhasilan ekonomi kreatif tidak diukur dari banyaknya kegiatan. Keberhasilan harus terlihat dari manfaat yang dirasakan pelaku ekonomi kreatif.
“Ke depan, kami akan tetap fokus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat kolaborasi, serta memastikan setiap kebijakan dan program memberikan hasil yang nyata,” ujarnya.
Sidang Kabinet Paripurna juga menjadi forum evaluasi kinerja pemerintah. Pemerintah membahas sejumlah capaian strategis pada pertengahan 2026.
Capaian tersebut meliputi swasembada delapan komoditas pangan. Pemerintah juga membentuk Danantara Sovereign Wealth Fund.
Selain itu, pemerintah membangun 1.000 jembatan desa dari target 5.000 unit. Empat Sekolah Garuda Unggulan juga telah dibuka.
Pemerintah juga menyelesaikan restrukturisasi 250 badan usaha milik negara
