Seni Menepis Amarah ala Abu Bakar al-Razi

51 views

Untuk menepis hal ini, al-Razi menawarkan metode yang sangat pragmatis: memperbanyak ingatan (dzikir) akan kasus-kasus nyata di mana amarah membawa petaka. Ia menyeru agar orang berakal (al-aqil) selalu mengingat nasib orang-orang yang karena marah melakukan tindakan bodoh—menampar, menanduk, menonjok—yang justru menyebabkan dirinya sendiri menderita lebih lama, seperti patah tulang yang berbulan-bulan dirawat. Lebih tragis lagi, al-Razi menyebut kasus seseorang yang karena mengamuk hebat hingga memuntahkan darah, yang akhirnya menjadi penyebab kematiannya akibat penyakit paru-paru (sill).

Salah satu anekdot yang paling menggelitik sekaligus mengerikan adalah ketika al-Razi mengutip Galenus: ibunya biasa menggembok mulutnya pada gembok jika ia kesulitan membukanya. Al-Razi mengomentari, “Demi umurku, tidak banyak perbedaan antara orang yang kehilangan akal dan pertimbangan saat marah dengan orang gila.” Inilah inti dari terapi al-Razi: orang marah adalah orang yang sementara waktu mengalami kegilaan fungsional.

Baca Juga:  Dari Jisim menuju Jiwa: Metafisika Organik dalam Politik Al-Farabi
TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA