ISLAM LIVE – Jemaah haji Indonesia yang membawa banyak oleh-oleh dari Tanah Suci tidak perlu khawatir jika kapasitas koper bagasi maupun kabin sudah penuh. Sebab, barang-barang tersebut dapat dikirim ke Indonesia melalui layanan kargo haji yang disediakan, salah satunya oleh Pos Indonesia.
“Biasanya kami ke hotel masing-masing (jamaah), kami kumpulkan beberapa jamaah, terus setelah kami kumpulkan, kami lakukan sesuai dengan tempat dan waktu yang disepakati. Kemudian, di situ kami akan melakukan collecting, pengambilan, dan proses,” kata petugas Pos Indonesia di Makkah, Karyadi, kepada Tim Media Center Haji (MCH), Senin 8/6/2026.
Menurut Karyadi, proses pengiriman dimulai dengan menghubungi petugas kargo. Setelah itu, barang akan dikumpulkan, dikemas, dan didata untuk mendapatkan nomor resi yang kemudian diberikan kepada jemaah sebagai bukti pengiriman.
Namun, jemaah perlu memperhatikan ketentuan pengiriman. Setiap paspor hanya mendapatkan pembebasan pajak dan bea cukai untuk maksimal dua kali pengiriman kargo.
“Satu paspor itu dibebaskan pajak untuk dua pengiriman saja,” ujar Karyadi.
Karena itu, jemaah diimbau memaksimalkan kapasitas setiap pengiriman. Bagi pasangan suami-istri yang berangkat bersama, kuota pengiriman bebas pajak bisa mencapai empat kali pengiriman. Adapun tarif pengiriman ditetapkan sebesar 23 riyal Arab Saudi per kilogram untuk sebagian besar wilayah Indonesia, dengan tarif khusus untuk beberapa daerah seperti Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, serta Papua dan sekitarnya.
