ISLAM LIVE – Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, melontarkan kritik halus terhadap sistem pendidikan yang selama ini terlalu fokus pada kompetensi teknis dan mengabaikan pembentukan karakter. Ia menegaskan bahwa sejarah peradaban manusia membuktikan pemimpin sejati lahir dari integritas dan amanah, bukan sekadar kepintaran atau keterampilan semata. Pernyataan ini menjadi alarm bagi dunia pendidikan di Bumi Anim Ha.
Apolo Safanpo, Gubernur Papua Selatan, dalam siaran pers yang diterima di Jayapura, Senin (04/08/2026), menyampaikan bahwa pendidikan yang hanya mengandalkan ilmu pengetahuan dan keterampilan tanpa dilandasi moral akan menghasilkan generasi yang cakap secara teknis namun rapuh secara kepribadian. Ia menekankan bahwa lembaga pendidikan keagamaan memiliki peran strategis karena mengajarkan nilai-nilai yang sejalan dengan tujuan pembangunan nasional.
“Pendidikan yang diselenggarakan lembaga keagamaan juga selaras dengan tujuan pembangunan nasional di bidang pendidikan,” katanya.
Safanpo menjelaskan bahwa selama ini dunia pendidikan berdiskusi dalam dua orientasi utama: membekali peserta dididik dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta membekali mereka dengan keterampilan vokasi. Hal kedua tersebut, menurutnya, memang penting dan menjadi bagian dari kompetensi yang terus dikejar oleh setiap lembaga pendidikan. Namun, ia mengingatkan bahwa kompetensi tanpa karakter hanya akan melahirkan tenaga kerja yang terampil, bukan pemimpin yang bertanggung jawab.
“Secara umum terdapat dua tujuan utama penyelenggaraan pendidikan di semua jenjang, yakni membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.Kedua, penyelenggaraan pendidikan untuk membekali peserta didik dengan keterampilan atau yang sering disebut sebagai pendidikan vokasi dan keterampilan,” ujarnya.
Yang menarik dari pernyataan Safanpo adalah bagaimana ia menilik sejarah panjang peradaban manusia. Ia mengingatkan bahwa sejak zaman dahulu hingga kini, seseorang dipercaya menjadi pemimpin bukan karena gelar atau kemampuan teknisnya semata. Amanah, integritas, sikap adil, disiplin, serta menghormati sesama menjadi faktor penentu yang membuat seorang pemimpin dihormati dan diikuti. Pesan ini menjadi pengingat bahwa pendidikan karakter bukanlah tambahan, melainkan esensi dari pendidikan itu sendiri.
“Sepanjang peradaban manusia, seseorang dipercaya menjadi pemimpin bukan sekadar karena kepintaran, keterampilan, atau penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, melainkan karena memiliki amanah, integritas untuk berlaku adil, disiplin, serta menghormati orang lain,” tegasnya.
Pemprov Papua Selatan juga menonjolkan pentingnya pendidikan yang mampu menghadirkan generasi muda pada kehidupan yang bermakna. Bukan sekedar mendapatkan pekerjaan yang layak, namun juga memiliki daya saing tinggi dan mampu memberikan kontribusi positif di mana pun mereka berada. Untuk mencapai hal itu, pembangunan mental dan spiritual menjadi fondasi utama yang tidak boleh terabaikan.
“Selain pembentukan karakter, kami juga mengingatkan pentingnya pembangunan mental dan spiritual peserta didik sebagai fondasi utama dalam mencetak generasi unggul,” ujarnya.
Di tengah gempuran informasi dan tantangan global, pernyataan Gubernur Papua Selatan ini menjadi pengingat penting bahwa generasi unggul tidak hanya diukur dari nilai akademis atau keterampilan teknis, tetapi juga dari keteguhan moral dan spiritual. Papua Selatan sebagai daerah baru memiliki peluang besar untuk membangun sistem pendidikan yang holistik, mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia dan berintegritas tinggi.
