DPR: Pendidikan Harus Beradaptasi dengan AI agar SDM Indonesia Siap Bersaing

1 views
Esti Wijayati, Wakil Ketua Komisi X DPR RI

ISLAM LIVE – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Esti Wijayati, mengingatkan bahwa sistem pendidikan nasional harus segera beradaptasi dengan perubahan besar di era digital dan kecerdasan artifisial (AI). Ia menekankan bahwa pendidikan tidak lagi cukup menghasilkan lulusan yang sekadar menyelesaikan pendidikan formal, tetapi harus membentuk manusia Indonesia yang berpikir kritis dan siap bersaing secara global.

“Tantangan-tantangan kekinian seperti digitalisasi pendidikan, teknologi seperti AI dan lain-lain,” terang Esti Wijayati, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, di Jakarta, Selasa (04/08/2026).

Esti menjelaskan bahwa Indonesia sedang menghadapi transformasi digital yang masif, perkembangan AI, ekonomi hijau, perubahan struktur ketenagakerjaan, serta meningkatnya kompetisi global. Dalam situasi ini, pendidikan bagi anak-anak harus membekali mereka dengan kemampuan yang jauh melampaui kurikulum konvensional.

“Dalam situasi tersebut, pendidikan bagi anak-anak tidak lagi cukup menghasilkan lulusan yang sekadar menyelesaikan pendidikan formal, tetapi harus membentuk manusia Indonesia yang memiliki kemampuan berpikir kritis, literasi digital, kreativitas, kemampuan berkolaborasi, karakter yang kuat, serta kesiapan untuk terus belajar sepanjang hayat,” ujarnya.

Baca Juga:  Kemendikdasmen Gandeng Inggris, Buka Beasiswa S2 Chevening hingga 2030

Menurutnya, reformasi pendidikan harus bergeser dari orientasi administratif menuju pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai strategi utama pembangunan nasional. Pembangunan SDM unggul, kata Esti, harus dimulai dari pendidikan anak-anak karena pendidikan menjadi modal dasar pembangunan nasional.

Esti juga menyoroti pengelolaan anggaran pendidikan yang harus lebih tepat sasaran, termasuk soal putusan Mahkamah Konstitusi yang memerintahkan pemisahan anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) dari anggaran pendidikan. Ia mendorong agar kebijakan ini dipercepat pelaksanaannya agar ruang fiskal pendidikan bisa digunakan untuk perbaikan kualitas pembelajaran.

“Semaksimal mungkin diupayakan bisa dilakukan mulai pada tahun anggaran 2027 karena harapan besar bagi dunia pendidikan, kita dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan melalui peningkatan SDM (sumber daya manusia),” katanya.

Baca Juga:  Pemanfaatan Limbah Jadi Kunci Prestasi Siswa Indonesia di Genius Olympiad

Ia menambahkan bahwa pemisahan anggaran ini akan memberi ruang bagi perbaikan kualitas pendidik, peningkatan sarana prasarana, serta kesejahteraan guru, dosen, dan tenaga pendidik lainnya. Menurutnya, semua itu harus dilakukan secara merata dan bermutu untuk semua lapisan masyarakat.

“Mulai dari perbaikan kualitas pendidik, tenaga pendidik, siswa, mahasiswa dan lain-lain. Juga agar sarana prasarana lebih memadai, kesejahteraan guru, dosen serta tenaga pendidik yang lebih baik, merata, dan bermutu untuk semua,” ujarnya.

Esti menegaskan bahwa tantangan AI dan digitalisasi bukanlah ancaman, melainkan peluang jika Indonesia mampu menyiapkan SDM yang kompeten. Oleh karena itu, ia mendorong reformasi pendidikan yang menyeluruh agar mampu menjawab perubahan global sekaligus meningkatkan kualitas SDM Indonesia secara berkelanjutan.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA